Tampilkan postingan dengan label mlm penipu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mlm penipu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Hukuman Bagi Penipu Usaha MLM

penipu-mlmPelaku usaha Multi Level Marketing (MLM) maupun Single Level Marketing (SLM) harus berhati-hati dalam menjalankan bisnisnya. Sebab, ada ancaman pidana 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 10 miliar karena merugikan konsumen.

Aturan ini tertuang dalam Undang Undang No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam pasal 105 UU Perdagangan tersebut, pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang bisa dipidana.

"Pidana 10 tahun penjara dan atau Rp 10 miliar," kutipan isi UU Perdagangan yang diterima merdeka.com, Minggu (12/4).

Kabiro Hukum Kementerian Perindustrian, Lasminingsih mengatakan penjara dan denda ini pantas diterapkan pada pelaku distribusi MLM karena masuk kategori pidana dan penipuan.

"Betapa menderitanya orang yang ditipu. Itu kejahatan kalau MLM itu. Berapa banyak orang susah karena MLM. Tadinya tidak ada ketentuan mengenai itu," ucapnya dalam media gathering Kementerian Perdagangan di Ciawi, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/4).

Menurut Lasminingsih para pelaku MLM hanya berpura-pura jadi pengusaha padahal mereka menerapkan permainan uang atau money game.

"Dendanya Rp 10 miliar karena banyak orang yang dirugikan, nanti ini bisa diporses berdasarkan pengaduan ataupun tidak karena perdagangan mekanisme piramida itu dilarang," tutupnya.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina. Menurut dia, beleid yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan ini berlaku lantaran banyak kasus pembohongan konsumen yang dilakukan oleh pelaku MLM.

"Semua pelaku distribusi langsung atau MLM itu dia berhati-hati dan tidak merugikan konsumen. UU Perdagangan ini mengatur hukuman yang lebih jelas yaitu pidana," ujar Srie di kantornya, Jakarta, Rabu (2/4).

Srie mengatakan beleid ini tidak hanya untuk melindungi konsumen, tapi juga pelaku MLM yang tak menjalankan bisnis sesuai ketentuan. Selama ini, sanksi terhadap MLM yang buruk tidak tegas, sehingga merugikan pelaku yang bersih.

"Misalkan produk tertentu ini saya sebut merek X, tetapi ada orang yang menjual dengan membuat merek baru kemudian ada juga yang memalsu dan meniru dan menjual secara tidak langsung seperti di toko eceran dan warung. Kan kasihan yang pakai MLM," ungkap Srie.

Pelaku MLM yang merugikan dikategorikan dalam dua modus. Modus tersebut yaitu penipuan dan tidak tahu aturan.

"Nah kalau ada yang tidak tahu aturan, anda sudah punya SIUPL belum. Kalau sudah harus dilakukan pembinaan sampai kita temani ke BKPM," terang dia

Untuk anda yang tidak ingin tertipu dan ingin bergabung di bisnis MLM yang legalitasnya sangat lengkap silahkan gabung di Bisnis ABE

Sabtu, 22 Desember 2012

Memahami MLM

Anda mempunyai minat untuk memulai sebuah bisnis tetapi belum memiliki ide tentang jenis usaha apa yang ingin digeluti? Sebenarnya anda tidak perlu terlalu bingung, mengapa? Karena pada dasarnya setiap jenis bisnis bisa menghasilkan keuntungan berlimpah, tentu saja asal anda tahu aturan main dan strategi bisnis yang terbaik untuk meraih laba sebesar mungkin. Kadangkala, banyak orang menganggap miring suatu jenis bisnis, karena mereka pikir tidak masuk akal atau sulit dikerjakan. Salah satu yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai “bisnis kontroversial” adalah MLM. Mungkin mereka masih bingung kok bisa dapat pemasukan yang kontinyu melalui sistem tersebut. Sebenarnya, bila sudah mengetahui cara kerja jenis bisnis tersebut tidak terlalu sulit untuk menerka bagaimana meraup untung dari usah jenis MLM. Oleh karena itu, anda mungkin perlu mengenal lebih dalam sistem mlm lebih baik, jika memiliki ketertarikan pada bisnis tersebut tetapi belum terlalu mamahaminya.

Pada dasarnya, tujuan utama sebuah bisnis mlm adalah untuk membangun jaringan. Semakin luas jaringannya, dengan kata lain semakin banyak anggota baru yang masuk dalam jaringan tersebut dan semakin banyak pula penjualan/omzet group, maka keuntungan dalam bentuk pasif income yang diterima lebih banyak, lalu anggota yang selanjutnya masuk dan begitu seterusnya. Sistem ini disebut sistem multilevel mengacu pada bentuk jaringan tersebut. Seorang yang masuk menjadi anggota jaringan tersebut akan menjadi downline bagi pendahulunya (sebut saja upline). Tugas anggota baru tersebut selanjutnya adalah menjari downlinenya sendiri. Setelah ia memperolah beberapa downline maka peringkatnya akan naik, begitu juga peringkat uplinenya. Peringkat downlinenyapun akan naik kalau memperoleh downline baru, begitu juga peringkatnya dan uplinenya, dan begitu seterusnya. Setelah mencapai peringkat tertentu maka ia akan memperoleh pasif income dari perusahaan. Pasif income tersebut akan terus meningkat seiring dengan peningkatan peringkatnya dan semakin banyaknya anggota baru yang menjadi downlinenya. Seringkali perusahaan MLM menjanjikan bonus-bonus menarik, seperti mobil atau jalan-jalan keluar negeri untuk anggota yang sudah meraih peringkat tinggi.

Untuk menjadi anggota baru MLM tersebut orang perlu membayar sejumlah uang, semisal Rp 80.000,00, untuk keanggotaan yang berlaku seumur hidup. Tentu saja agar peringkat seorang anggota MLM tidak serta merta terdongkrak dengan masuknya anggota baru yang menjadi downlinenya. Anggota baru tersebut perlu membeli beberapa produk dari perusahaan MLM tersebut. Setelah memiliki beberapa downline yang membeli produk perusahaan tadi barulah tingkatnya naik. Begitu seterusnya kalau sang downline ingin naik peringkatnya maka ia perlu downline lainnya yang membeli produk perusahaan MLM tempat ia masuk. Sebagai tambahan produk perusahaan MLM hanya bisa dibeli oleh anggotanya saja.

Meski ada anggapan miring kalau sistem ini hanya memanjakan upline sedang downline harus bekerja keras, tentu saja tidak seperti itu kenyataannya. Perlu dicatat bahwa anggota baru membayar untuk membeli produk bukan hanya sekedar “sedekah” bagi uplinenya. Selain itu upline masih terlibat langsung pada jaringannya kalau ia mau sukses. Seorang upline tentu harus mensuport downlinenya untuk memperoleh downline baru, jadi semua orang masih bekerja sama dalam jaringan tersebut. Mana mungkin downline mau bekerja kalau uplinenya lepas tangan begitu saja?.

Sukses di MLM salah satu kuncinya adalah kerjasama, dengan membangun komunikasi yang baik antar member dalam sebuah group,  saling support antar member, memberikan informasi yang lengkap, bukan hanya sekedar menjual sebuah mimpi, yang pada akhirnya team anda akan menjadi solid untuk menuju puncak kesuksesan.

Senin, 10 Desember 2012

Apa Itu MLM?

apa itu MLM?Sebagian orang masing asing dengan istilah MLM. Bahkan ada yang keburu lari begitu mendengar kata MLM dari seseorang. Sebenarnya apa sih MLM itu? Apakah dia sesuatu yang menakutkan?
Memang anggapan masyarakat mengenai MLM masih cukup negatif. Mungkin, bagi mereka yang menganggap MLM itu negatif, mereka sebenarnya belum memahami konsep dasar bisnis mlm. MLM adalah singkatan dari Multi Level Marketing. Sebenarnya MLM itu sama saja dengan bisnis yang lain. Ada produsen, ada konsumen, dan juga ada distributor. Bedanya, dalam bisnis MLM, konsumen dapat bertindak sebagai distributor.
Berikut ini sedikit ilustrasi untuk menggambarkan seperti apa MLM itu. Misalnya, sebut saja Pak A. dia bekerja sebagai distributor pada sebuah perusahaan X yang menggunakan MLM sebagai sistemnya. Pak A ini akan diberi beberapa produk untuk dipasarkan ke konsumen. Setelah mendapatkan produknya, Pak A harus menjual produknya itu. Pak A juga harus mampu merekrut orang lain sebagai distributornya. Misalnya, Pak B dan Bu L berhasil direkrut sebagai distributor oleh Pak A. Pak A ini kemudian disebut sebagai upline, sementara Pak B dan Bu L disebut sebagai downline. Atas perekrutan Pak B dan Bu L ini, Pak A mendapatkan komisi sebesar sekian persen dari perusahaan X. Bagaimana dengan Pak B dan Bu L? Jika Pak B dan Bu L berhasil merekrut orang juga, mereka akan mendapatkan komisi seperti  Pak A dan seterusnya.
Jadi kira-kira seperti itu sistem MLM. Bagi orang yang masih mempunyai pandangan negatif, hal ini mungkin dikarenakan usaha upline dalam menarik downline terlalu kasar. Misalnya, melakukan pemaksaan atau penipuan, bahkan tindak kriminal. Padahal, tidak semua pelaku MLM seperti itu. Setiap orang mempunyai watak masing-masing, jika ada yang berbuat negatif dalam melakukan MLM, sebaiknya dikembalikan kepada pribadi setiap individu. Sebenarnya hal ini tergantung dari kepribadian si upline masing-masing. Jadi tak heran jika masyarakat memandang miring MLM.

Namun, seringkali ditemui sebuah perusahaan yang menggunakan sistem MLM merekrut karyawannya secara sembunyi-sembunyi. Mungkin karena anggapan negatif masyarakat, perusahaan tersebut terpaksa melakukan “pintu belakang” dalam mengelola bisnisnya. Hal ini justru membuat masyarakat semakin curiga. Logikanya begini: jika mereka perusahaan baik-baik, kenapa dalam perekrutannya harus sembunyi-sembunyi? Padahal yang membuat perusahaan itu sembunyi-sembunyi dalam mengelola bisnisnya adalah masyarakat itu sendiri. Mereka takut terkena tudingan masyarakat.

Satuhal yang harus hati hati adalah jika MLM diawali dengan biaya yang sangat mahal dan bukan menggunakan produk Riil. Rata-rata MLM yang berbasic produk unik biasanya dijalankan dengan serius dan tidak mengarah kepada penipuan atau money game.

MLM yang bener biasanya dilengkapi perijinan, mulai dari perijinan usaha langsung seperti SIUPL atau perijinan edar produk seperti BPOM. Jika hal tersebut dilengkapi maka bisa dipastikan MLM yang akan anda tekuni tidak akan bermasalah

Terlepas dari opini masyarakat mengenai MLM, sebenarnya bisnis MLM cukup menguntungkan. Tentu dengan catatan kita harus kerja keras dalam melakoninya. Setiap perusahaan terkadang mempunyai sistem yang berbeda-beda dalam menjalankan MLM.

Jadi MLM sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis. Bukan sesuatu yang harus dihindari. Coba tengok cerita ini: seorang ibu rumah tangga biasa mampu mendapat penghasilan sebesar 20 juta per bulan. Pekerjaan apa yang sebenarnya dilakoninya?

Dia seorang pelaku MLM. Sebenarnya untuk mendapat penghasilan sebesar itu tentu saja harus dibarengi dengan kerja keras. Jadi menjadi pelaku MLM sebenarnya bukan sesuatu yang mudah, akan tetapi juga perlu kerja keras dan smart dalam melakoninya.

Rabu, 05 Desember 2012

Mengapa Harus Benci MLM?

benci mlmMLM atau Multi Level Marketing adalah pilihan sistem bisnis yang ada saat ini. Sistem ini mendasarkan kegiatan bisnisnya pada pembangunan jaringan. Semakin luas jaringannya maka semakin besar profit yang dihasilkan. Perluasan jaringan yang dimaksud pada MLM bisa dibilang adalah masuknya anggota baru. Untuk memahami lebih dalam tentang MLM dan bagaimana membangun keuntungan melalui bisnis jenis ini, berikut adalah penjabaran cara kerjanya.

Seperti dikemukakan diatas, profit yang dihasilkan melalui MLM adalah dengan cara pengembangan jaringan. Dalam hal ini, seorang anggota MLM berusaha mancari anggota baru yang kelak menjadi downlinenya. Anggota tersebut sendiri berperan sebagai downline bagi anggota terdahulu yang merekrutnya. JIka seorang anggota berhasil mendapatkan beberapa orang downline maka peringkatnya akan naik. Lalu downlinenya tersebut akan mencari downline lagi untuk meningkatkan peringkatnya dan begitu seterusnya. Setiap kenaikan peringkat downline akan ikut meningkatkan peringkat uplinenya. Ketika anggota tersebut sudah mencapai peringkat tertentu maka ia akan mendapat fee berupa pasif income. Nilai pasif income tersebut akan terus meningkat kalau peringkatnya juga terus naik. Bahkan bagi seseorang yang sudah meraih peringkat-peringkat puncak bisa memperoleh penghasilan sampai ratusan juta perbulan.  Karena bentuk jaringan antara upline dengan downline-downlinenya menyerupai bentuk piramida kadang, sistem ini disebut juga MLM sistem piramida.

Sejauh ini sudah banyak perusahaan besar yang menawarkan sistem MLM tersebut kepada masyarakat luas. Kadangkala respon yang didapat dari sebagian besar masyarakat yang sudah terbiasa dengan cara kerja bisnis yang konvensional dimana orang membayar untuk barang yang dibeli tidak terlalu baik. Apa itu kerja sistem jaringan atau kok bisa dapat uang banyak dengan memasukkan anggota baru sering kali dilontarkan masyarakat awam yang menganggap sistem MLM itu kontroversial. Sebenarnya sistem MLM masih bisa dipahami dan cukup masuk akal cara kerjanya, kalau begitu lalu mengapa harus benci mlm? Mungkin anggapan-anggapan miring tentang sistem tersebut yang membuatnya kurang popular, padahal potensi keuntungan yang didapat daris sistem tersebut sangat besar asal orang tahu strateginya.

Anggapan yang salah yang paling umum dilontarkan orang adalah bahwa bisnis MLM hanyalah menguntungkan upline saja dan memeras tenaga downline. Mereka mungkin berpendapat begitu karena melihat sistem piramida MLM. Kenyataannya tidaklah begitu. Upline yang sukses adalah justru yang secara aktif mensuport para downlinenya, bukan sekedar lepas tangan sambil menunggu keuntungan dari kerja keras downlinenya. Secara logika, mana mungkin ada orang yang mau bekerja sama dengan orang yang malas. Jika upline tersebut tidak aktif membantu, mensuport dan menyemangati para downlinenya tentu mereka juga malas mencari anggota baru. Berarti semua orang tetap harus bekerja keras dalam sistem ini.

Anggapan salah lainnya adalah downline membayar uang untuk uplinenya. Untuk menjadi seorang anggota memang ada biaya yang dibayarkan sekali untuk keanggotaan seumur hidup kepada perusahaan MLM. Biasanya upline bisa meningkat peringkatnya setelah beberapa downline membeli paket produk tertentu yang ditawarkan perusahaan. Perlu digaris bawahi bahwa downline tadi membeli produk yang ditawarkan perusahaan, bukan untuk “sedekah” kepada uplinenya, jadi tidak benar kalau downline tersebut dirugikan hanya untuk kepentingan uplinenya. Sedang penghasilan seorang upline (lebih tepatnya anggota yang sudah mencapai peringkat tertentu) berasal dari pasif income yang diberikan perusahaan MLM.

Sistem MLM harus menjadi perhatian utama, apakah mengandung money game atau sistem piramida yang hanya akan menguntungkan upline atau yang lebih dulu gabung. Saya sarankan tinggalkan saja sistem seperti itu, karena sistem tersebut akan sangat merugikan member baru yang masuk.

Gabungan binary dan unilevel seperti bisnis ABE membuktikan bahwa orang yang lebih awal gabung tidak menjamin mendapat income lebih besar dari downlinenya. Kalau kita bekerja ada istilah No Work No Pay, di bisnis MLM yang benar kurang lebihnya seperti itu. Tetapi pada posisi tertentu anda akan tetep bisa mencapai tujuan utama yaitu pasif income, yang sering kali menjadi slogan utama kelebihan bisnis ini.

Jadi jika amati dengan lebih mendalam bisnis ini merupakan salah satu bisnis ringan tapi menghasilkan lebih banyak dan cepat dibandingkan usaha konvensional.