Minggu, 13 Juli 2014

Cara Memilih MLM yang baik Untuk di jalankan Jangka Panjang

mlm-di-indonesiaBagaimana cara memilih MLM yang baik sehingga kita sebagai konsumen tidak merasa ditipu? Artikel berikut ini akan berbagi tips yang bisa dibaca dan diterapkan sebelum memutuskan untuk ikut bergabung dalam sebuah jaringan MLM.

Ciri MLM yang Baik

Tentu saja kita menginginkan yang terbaik bagi kehidupan kita, begitu juga halnya dengan memilih MLM. Pasti kita akan menentukan MLM terbaik yang dapat membuat taraf hidup kita jadi lebih baik. Poin ini biasanya dipilih bagi para pembaca yang berniat untuk menjadi salah satu rantai perpanjangan MLM, tepatnya sebagai distributor. Banyaknya perusahaan MLM yang kian menjamur hari ini menyebabkan kita tak kuasa untuk membendung hasrat untuk bergabung. Banyak sekali keuntungan yang ditawarkan masing-masing perusahaan MLM tersebut, hanya saja sedikit dari mereka yang memiliki ciri sebagai MLM yang baik. Nah, sebenarnya bagaimana cara memilih MLM yang baik?

Pastikan MLM yang akan kita ikuti memiliki ijin usaha yang terdaftar. Bagaimanapun juga, MLM merupakan sebuah peluang usaha yang mana memerlukan dasar hukum yang kuat. Hal ini dapat berguna ketika suatu saat memang MLM tersebut terbukti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan undang-undang. Begitu juga dengan produk yang dipasarkan, harus memiliki ijin yang sah. Ijin tersebut meliputi pernyataan atas ada dan tidaknya barang itu dalam daftar BPOM, sehingga produk terbukti aman untuk dikonsumsi.

Cara memilih MLM yang baik juga dapat ditinjau dari bagaimana perusahaan tersebut mengadakan sistem pembayaran yang transparan. Hal ini penting untuk menghindari penipuan terhadap gaji distributor. Sering kali banyak MLM yang menuai protes dari karyawan mereka karena ada dugaan bahwa pihak pengelola tidak memberikan gaji sesuai dengan apa yang mereka telah kerjakan. Oleh sebab itu, bacalah secara seksama dan teliti setiap poin yang merangkum sistem pembayaran agar diri sendiri juga mengerti betul.

Komunikasi juga menjadi salah satu faktor dalam cara memilih MLM yang baik. Untuk mendapatkan sebuah komunikasi yang berkualitas, ada baiknya untuk mengetahui struktur organisasi yang terdapat dalam perusahaan MLM tersebut. Hal ini juga sama pentingnya dengan beberapa hal sebelumnya yang sudah disampaikan, sebab komunikasi menjadi acuan bagi kita untuk membuat laporan pertanggung jawaban yang kelak akan diminta oleh pihak tertentu.

Hindari Hal Berikut

Setelah memahami cara memilih MLM yang baik, ada bagusnya jika beberapa hal berikut dapat dicari tahu sehingga kita memang benar-benar yakin terhadap perusahaan yang akan kita masuki.

Sering kali kita tergiur dengan uang yang sangat mudah untuk didapatkan dengan bergabung menjadi salah satu distributor dalam MLM tersebut. Hal ini justru perlu diwaspadai, sebab di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini tidak ada yang mudah untuk didapatkan. Hal ini juga sering menjadi salah satu trik dalam penipuan yang berkedok MLM. Bahwa pada akhirnya seseorang yang bergabung dalam jaringan MLM tersebut akan mendapat pembagian bonus atau gaji yang sangat besar biasanya membenarkan adanya penipuan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui cara memilih MLM yang baik.

Untuk mengetahui sebuah bisnis yang bekedok MLM tidak terlalu sulit, ada beberapa ciri yang patut anda waspadai :


  1. Tanpa Produk, hampir tidak ada MLM yang tanpa produk, jika anda sedang ditawari bentuk MLM tsb maka anda harus hati hati

  2. Bisnis Investasi, sampai sejauh ini hampir tidak ada bisnis investasi di Internet yang bisa bertahan lama, kebanyakan tutup dan menghilang dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama

  3. Sistemnya mengandung money game, skema piramid dmana orang yang gabung pertama dapat income lebih banyak

  4. Bonus yang tidak wajar

  5. Perijinannya tidak lengkap, jika MLM baru maka harus punya visi dan misi ke depan, jadi sudah ada rencana pengurusan SIUPL, nama rekening bank buka perorangan


Perlu diketahui bahwa adanya MLM sebenarnya untuk membantu sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya. Maka kita harus cermati apakah produk tersebut benar adanya atau tidak. Kasus yang juga sering terjadi adalah adanya perekrutan distributor tanpa harus memperdagangkan suatu produk, yang mana adalah suatu bentuk dari penipuan juga. Sebisa mungkin kita mengetahui terlebih dahulu produk apa yang akan kita pasarkan, sehingga memudahkan kita untuk bekerja nantinya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon