Selasa, 27 Agustus 2013

Tips Studi Kelayakan Sederhana

study-kelayakan-bisnisKetika Anda menjalankan gagasan Anda, jadikan kebiasaan selalu membawa kalkulator dan bekerja dengan cepat, membulatkan perhitungan. Uji gagasan Anda dalam skenario dasar yang terbaik, lalu skenario terburuk.

Misalnya, Anda berencana menjalankan bisnis liburan jalan kaki.

Jadi, Anda menentukan secara kasar harga yang Anda harapkan dapat ditarik dari konsumen dan memperhitungkan semua biaya yang akan dikeluarkan. Biaya dasar Anda harus termasuk biaya untuk:


  • pemasaran;

  • alat tulis, brosur, dan sebagainya;

  • asuransi kelayakan umum;

  • biaya gaji, termasuk biaya mempekerjakan tambahan karyawan jika Anda anggap perlu;

  • persediaan jika memungkinkan.


Saya tekankan bahwa Anda membuat perhitungan kasar di sini. Anda tidak perlu menghitung secara rinci biaya untuk setiap kebutuhan. cobalah untuk bersikap serealistis mungkin dan buatlah perkiraan paling besar untuk pengeluaran.

Salah satu hal yang saya pelajari dari menjalankan bisnis saya sendiri adalah semuanya selalu tampak lebih mahal daripada yang saya perkirakan semula.

Jika ditambah dengan beberapa gambaran lain, Anda siap untuk menjalankan tiga skenario yang berguna dan sangat sulit:

  • skenario terbaik;

  • skenario terburuk;

  • skenario yang paling mungkin.


# Skenario Terbaik

Untuk skenario terbaik, coba ketahui berapa banyak acara liburan yang dapat benar-benar Anda selenggarakan, berdasarkan sumber daya waktu, uang, dan sebagainya.

Apa yang Anda peroleh?

Misalnya, jika jumlah bersih yang Anda harapkan diperoleh dari setiap konsumen dalam setiap liburan adalah Rp800.000,00 dan dengan perhitungan sumber daya Anda berupa waktu yang tersedia dan sebagainya, paling banyak acara liburan yang dapat Anda harapkan terjual adalah 100, dan itu berarti pada skenario terbaik, Anda mendapat Rp80.000.000,00.

Apakah Anda puas dengan besarnya upaya yang akan Anda terima?

Jika ya, baguslah-jelas bahwa Anda mendapat gagasan yang layak diteruskan. Namun, jika gambaran Anda mengecewakan, hal itu tidak selalu berarti bahwa gagasan Anda tidak dapat dilaksanakan. Pada tahap ini, semua yang sudah Anda upayakan dalam bentuknya sekarang tidak akan cukup untuk menjadikan bisnis liburan sebagai bisnis yang menguntungkan.

# Skenario Terburuk

Jangan lupa memperhitungkan skenario terburuk. Cara yang saya sukai dalam membuat skenario terburuk adalah membayangkan saya tidak bisa menjual apa pun.

Jelaslah bahwa ini merupakan skenario yang kita semua berharap tidak akan pernah terjadi, dan asalkan Anda melakukan penelitian pasar yang memadai sebelum menanamkan uang, skenario terburuk ini seharusnya tidak pernah terjadi.

Namun, selalu ada faktor-faktor di luar kendali Anda yang dapat merusak rencana bisnis yang Anda susun dengan amat hati-hati sekalipun. Misalnya, siapa yang dapat meramalkan dampak dari krisis penyakit akibat virus terhadap bisnis turis lokal? Banyak perusahaan yang menjalankan bisnis liburan jalan kaki menjadi bangkrut karena sebagian besar area tepi kota dalam wilayah mereka ditutup untuk umum.

Meskipun mereka melakukan investasi untuk promosi dan menerima banyak pesanan untuk mengikuti liburan, akhirnya mereka tidak mempunyai konsumen dan ujung- ujungnya, tidak ada keuntungan.

Untungnya, skenario semacam ini jarang terjadi. Namun, Anda perlu meluangkan sedikit waktu untuk bertanya kepada diri sendiri, apa yang akan terjadi jika bisnis yang Anda rencanakan untuk Anda mulai ternyata tidak mempunyai konsumen?

Bagaimana Anda akan bertahan?

Apakah kemungkinan kerugian keuangan yang akan Anda alami merupakan sesuatu yang dapat Anda tanggung, atau apakah Anda akhirnya akan kehilangan semuanya?

Jika anda akhirnya akan mengalami kerugian, Anda mungkin perlu memperbaiki rencana Anda agar dapat mengurangi risiko.

# Skenario Paling Mungkin

Dari semua skenario, inilah skenario yang paling Anda harapkan untuk dapat Anda capai, meskipun tidak mungkin meramalkan secara persis pengeluaran dan grafik penjualan sehingga Anda harus mampu melakukan apa yang menurut Anda mungkin dapat dilakukan.

sekali lagi, jika dengan skenario ini grafik Anda jatuh di bawah apa yang diperlukan untuk membuat gagasan Anda berharga, Anda dapat mengkaji ulang gagasan itu atau memulai lagi dari awal.

Jadikan kebiasaan melakukan studi kelayakan bagi segala sesuatu yang Anda ciptakan atau pikirkan. Cara ini bukan saja merupakan cara cerdas untuk memperoleh gagasan baru, melainkan Anda juga mulai berpikir layaknya seorang wirausahawan.

Jangan batasi studi kelayakan Anda pada gagasan bisnis Anda sendiri. Selalu menarik untuk juga melihat apa yang dilakukan para wirausahawan lain. Anda akan segera melihat bisnis yang sejak awal sudah bisa diramalkan bakal gagal dan semoga Anda belajar dari gagasan bisnis orang lain yang sukses.

Temuan Anda

Tidak peduli betapa cemerlang dan inovatif atau betapa buruknya gagasan Anda, gagasan itu harus:

  • mampu menghasilkan cukup uang untuk menjadikannya investasi berharga dalam konteks waktu dan uang Anda. Hal ini tidak perlu segera diperoleh, asalkan ada jarak waktu yang cukup untuk mengidentifikasi di masa depan, ketika gagasan Anda mulai terwujud;

  • dapat dimulai berdasarkan sumber daya yang Anda miliki saat ini berupa dana, keterampilan, dan pengetahuan.


Pada tahap awal ini, Anda perlu meluangkan waktu untuk membuat gambaran kasar dan proyeksi karena proyeksi ini penting untuk melihat waktu yang akan Anda habiskan dan untuk mencermati kekuatan serta kelemahan gagasan Anda.

Jangan kecewa jika gagasan awal Anda tidak muncul sesuai harapan Anda. Sekarang, waktunya untuk mencari tahu alasannya. Lebih balk kecewa sekarang dan mengatasinya dengan membuat gagasan baru daripada kecewa belakangan dengan usaha yang sudah pasti menimbulkan kerugian.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon