Rabu, 08 Mei 2013

Keberanian Para Pebisnis Sejati

sukses-jadi-pengusahaKita sebagai pemimpi yang sedang ingin menjadi entrepreneur paling tidak bisa membaca dan mempelajari cara cara mereka pendahulu yang sudah sukses, minimal bisa kita jadikan motivasi agar kita bisa tetap menjaga mimpi kita untuk di jadikan kenyataan. Minimal semangat mereka kita bisa contoh untuk membuka usaha dirumah atau usaha di internet

Ketika para calon entrepreneur di Indonesia belum nemu jalan untuk jadi entrepreneurship murni, ada beberapa nasihat orang tua kepada anak-anaknya, bagaimana cara mereka bisa jadi kaya. Menurut para orangtua kita, bahwa selagi masih muda, seseorang harus kerja keras, hidup hemat dan sederhana serta nabung buat hari tua. Cara-cara tersebut memang sangat baik dilakukan, ketika hidup mereka bergantung sebagai orang gajian di sebuah perusahaan atau menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa melihat peluang yang ada di dalamnya untuk bertambah kaya kecuali korupsi. Maka, dengan formula yang murni diharapkan mereka dapat menikmati masa pensiunnya dengan tenang.

Namun sebelum para anak muda itu pada pensiun, ternyata beberapa orang diantaranya sempat 'berontak' akibat merasa bosan hidup prihatin dan sederhana atau malah serba kekurangan. Mereka lantas mencoba jadi wiraswasta dan banyak yang berhasil. Timbul pertanyaan, apakah dengan uang pensiun yang pas-pasan dan memiliki sedikit tabungan di masa tua, mereka tidak lagi berhak untuk bersenang-senang secara lebih atau tidak lagi boleh membeli sesuatu yang diinginkan?

Sebagai orang muda yang idealis, justru mereka terbuang untuk bekerja keras, behasil kaya dan sukses serta bisa jadi selebritis dan hidup bahagia. Mumpung masih muda…. Kalau sudah tua dan pensiun, tentunya seseorang hanya menginginkan hisup sejahtera, pingin merasa tenang, senang, tak punya hutang. Semua kebutuhan sandang, pangan dan papan, kesehatan pokoknya cukup. Arti ‘cukup’ di sini, mereka sudah tidak berniat lagi untuk  cari kekayaan, kendati mereka bisa disebut ‘kaya’ karena senantiasa ‘merasa cukup’. Semua itu berarti situasi dan kondisi  kemauannya sudah sangat berbeda. Jadi kapan lagi mau jadi kaya, kalau tidak sejak muda ?

Dr. Thomas J. Stanley dalam bukunya. ‘Millionaire Next Door’ menyatakan, ketika masih muda, sehat dan penuh semangat, seseorang harus punya tekad kuat untuk mendapatkan uang lebih dari yang diperolehnya selama ini. Maka mencari-cari ‘peluang strategis’ adalah merupakan jawaban utama.

Perhatikan ukuran kekayaan Anda, ketika menjadi orang gajian di Perusahaan Swasta atau PNS dalam berbagai golongan. Buat ukuran orang Indonesia, jika Anda memiliki penghasilan kurang dari Rp 2 juta/bulan kendati rumah masih di Mertua Indah untuk hidup bersama seorang istri, dua anak dan keluarga mertua, maka keluarga batih (kecil) Anda dikategorikan masih harus hidup sehemat-hematnya.

Kalau Anda memiliki pendapatan Rp 3 juta – Rp 6 juta/bulan ditambah dengan satu mobil dinas, hidup bersama seorang istri  dan dua anak yang sudah sekolah, namun masih harus kontrak rumah Rp 10 juta/tahun, maka Anda dikategorikan masih harus hidup sehemat-hematnya.

Kalau Anda memiliki pendapatan Rp 3 juta-Rp 6 juta/bulan ditambah  dengan satu mobil dinas, hiup bersama seorang istri dan dua anak yang sudah sekolah, namun masih harus kontrak rumah Rp 10 juta/tahun, maka Anda termasuk kategori kelas sedang, kendati Anda masih harus hidup hemat. Belum bisa banyak bersenang-senang. Tapi sewaktu-waktu Anda masih bisa makan di restoran friend chicken atau steak bersama keluarga.

Ketika keluarga Anda punya pendapatan Rp 10 juta – Rp 15 juta/bulan dengan seorang istri, dua anak plus satu balita,  memiliki rumah dan mobil sendiri, maka Anda dikategorika sebagai keluarga kelas menengah. Sehari-harinya Anda tidak perlu kuatir mengeluarkan uang buat keperluan keluarga. Makan di restoran, nonton bioskop atau piknik, Anda juga bisa nabung buat masa depan.

Namun, Anda pun bakal lebih senang lagi kalau pun pendapatan lebih dari Rp 20 juta - Rp 100 juta/bulan, karena Anda mampu memiliki rumah yang lumavan mentereng dengan perabotan lux serta mobil baru sampai mewah, mampu jalan - jalan ke luar negeri. Kenapa tidak ?

Mendapatkan `peluang strategis', tcntunva harus dengan mengkhayal atau mimpi terlebih dulu untuk jadi kaya. Robert T.Kiyosaki mengatakan, mimpi jadi kaya merupakan suatu keharusan. Banvak entrepreneur yang pcrcaya, bahwa mengkhayalkan keinginannya sama dengan sugesti yang sering berujud jadi rizki Tuhan dan setinggi apapun mimpi atau khayalan manusia, kalau ditindak-lanjuti dengan kerja keras dan memenuhi kriteria yang menjadi tuntutan keberhasilan, maka mimpi itu pun akan dapat menjadi kenyataan.

Para entrepreneur di atas semula adalah pengkhayal kelas wahid. Namun jangan lupa, mereka pun menyelaraskan impian dan tindakan, hingga diakui, akhirnya mimpi itu jadi kenyataa Aribowo Prijosaksono dan Sri Bawono (praktisi bisnis mengatakan dalam bukunya, `The Power, Entrepreneurial Intelligence' : "Jika kita memiliki impian besar, maka kita harus berusaha mewujudkan impian itu supaya jadi kenyataan. Dengan impian itu, maka kita akan mencari dan melakukan apapun untuk mewujudkannya".

Jadi kalau Anda sudah memutuskan akan menjadi seorang entrepreneur, Anda justru harus mau jadi pemimpi, berkhayal atau memiliki visi besar, sebagaimana Rupert Murdoch (Penguasa media masa dari Australia), yang dengan ide gilanya pernah mengkhayal pingin jadi raja dunia dengan penerbita media masanya (media cetak dan televisi). Kini perusahaan persnya pun menyebar di Asia, Eropa dan Amerika, Anita Rodick bermimpi ingin menduniakan bisnisnya dengan trade mrk, ‘Body Shop’

Untuk memiliki loncatan income yang tinggi tidak bisa hanya mengandalkan gaji kantoran saja, tetap harus memiliki usaha sampingan yang memiliki potensi income cepat dalam beberapa tahun kemudian. Salah satu potensi income cepat adalah di bisnis Network Marketing Online Jika anda masih menganggap bisnis ini dari sisi negatif nya maka anda tidak akan bisa mendapatkan apapun dari potensinya. Sekarang saatnya kita berfikir positif dari jenis bisnis yang satu ini, karena bisnis ini hanya menggunakan modal sesuai kantong kita, tapi jika kita serius mengerjakannya maka gaji kantoran pun akan lewat dalam 1-2 tahun kedepan, percayalah....

Artikel Terkait

2 komentar

[...] segelintir di antara para entrepreneur yang `kebetulan punya garis tangan jadi konglomerat seperti Suclono Salim atau hem Sioe Liong, Bob [...]

[...] orang pasti ingin menjadi sukses. Begitu pula dengan Anda bukan? Untuk menjadi seseorang yang sukses tidak mesti harus ada modal, terkadang tidak punya modal juga tidak masalah, tetapi yang terpenting [...]


EmoticonEmoticon