Rabu, 08 Mei 2013

Ikuti Jejak Sukses Mereka

pengusahaKetika Anda hanya mampu bilang `ingin' berbisnis, tanpa tahu bagaimana metodenya jadi pebisnis sukses dan kaya, maka konsepnya boleh Anda contek dari kiat-kiat para wiraswastawan sukses. Hal itu menurut Purdi E.Chandra, dalam bukunya `Menjadi Entrepreneur Sukses', merupakan hal Yang sah-sah raja. Talah tak jarang para entrepreneur itu dengan senang hati membuka dan menulis rahasia perjalanan sukses dalam bukr biografi masing-masing. Kalau tidak, bacalah sepenggal-sepenggal kisah mereka di majalah dan koran. Dapat juga, ikutan road show yang mereka lakukan di kota Anda dan tumbuhkan minat dan keinginan-tahuan Anda dengan banvak bertanya. Dengan terbuka, mereka juga akan mengajari Anda cara berbisnis. HM Ambaldy Djuardi (Pengusaha Kursus Menjahit 'Juliana Jaya'), menulis dalarn bukunya yang berjudul, `Kiat Sukses Mencari dan Mendapatkan banyak Uang', bahw-a siapapun boleh datang dan konsultasi bisnis dengannya. Gratis!

Protesor Theodore Levitt dart Harvard mengakui, metodc nyontek atau 'niru-meniru' dalam dunia bisnis memang memiliki kelebihan dibanding melakukan inovasi bisnis. Karma, kebanvakan para peniru tersebut mampu menjadi kompetitor yang tangguh. Bahkan perusahaan kaliber dunia yang mengembangkan piranti lunak, Microsoft pun pernah dituduh telah mengambil keuntungan ekonomi dari penemuan-penemuan yang dilakukan orang lain. Misalnya, sistem Windows yang awalnya dibuat pada sisitem pengoperasian Apple’s Macintosh.

Sam Moore Walton, raja bisnis retail yang sukses mengembangkan toko ‘serba ada’nya’, Wal-Mart, di Amerika Serikat mengatakan, “Jangan heran ya, hampir semua yang saya lakukan ini niru orang lain”,Sementara itu, seorang CEO operasional Pepsi pernah mengatakan, “Mencuri gagasan adalah salah satu tindakan terhormat yang bisa Anda lakukan.”

Hanya saja dalam soal contek-mencontek, para entrepreneurnya tidak harus selalu mengincar sisi keuntungan materinya belaka. Di bawah  ini ada dua contoh kasus yang berbeda. yaitu, antara ‘nyontek’ dan ‘memalsukan’, seperti di bawah ini :

Banyak yang mengatakan oke, soal tiru-meniru (kloning) dalam bisnis merupakan fakta yang akan terus berkembang di dunia dan hal itu pun dinilai legal. Bahkan hasil tiruannya banyak yang di patenkan. Hasil tiruan dengan hak panten yang tela dimiliki, biasanya akan memiliki bentuk dan warna yang hampir sama kendati kwalitasnya sedikit lebih rendah, sementara harganya pun jauh lebih murah di pasaran.

Ada beberapa macam tiru-meniru yang dilakukan oleh pebisnis namun dianggap legal, yakni :

1 . Meniru produk dan inovasi produk.


2. Meniru prosedur kompetitif, proses teknik dan strategi bisnis yang ditiru.


3. Kompctitif Berrchmarkirru (praktek legal dan eksplisi dalam meniru praktek bisnis terbaik dari perusahaan yang suksc guna meningkatkan kwalitas).

Hal di atas berbeda dengan suatu pemalsuan produk. Sekitar tahun 1970-an hingga kini, para konsumen banyak yang 'ditipu' dengan produk-produ' bermerk eksklusif berharga murah. Seperi barang-barang yang berlogo Etienne Aigner, Gucci,Cartier, Chapel Giorgio Armani, Dunhill, Rolex. Cartier, Piaget, Louis Vuitton, Charles Jor-dan dan lai-lain, yang secmua itu adalah produk palsu yang, meniru aslinya. Kita sering melihat barang-baran­ tersebut di berbagai pusat perdagangan. Pedagangnya sendiri mengaku, produk tersebu buatan Korea, Taiwan atau Hongkong. Bahannya bisa dari kulit asli atau imitasi untuk tas, dompet, sepatu dan ikat pinggang dan pemalsuan jam tangan atau kacamata. Pembelinya pun antara sadar tak sadar merasa bangga memakainya - walau bergaya dengan yang palsu­

Pemalsuan seperti itu merupakan peniruan utuh, yang memanfaatkan gengsi merk aslinya Memang, pada mulanya kwalitasnya lumayan, baik. Namun semakin lama, banyak yang nampak sangat rendah. Asal bikin dengan tempelan merk eksklusif. Mereka jeelas secara ilegal dan haram telah memanfaatkan perintisnya demi mengeruk keuntungan. Para peniru seperti itu bisa dibilang orang yang tidak kreatif.

Bagi pecontek pemula (individu), mereka sebenarnya juga dapat memanfaatkan sisi imateri buat diri pribadi. Karena bagaimanapun, seorang entrepreneur sukses pastilah memiliki satu kepribadian atau imateri yang sangat baik ditiru. Contohnya, banyak entrepreneur dari barat sampai timur yang sukses secara luar biasa, karena suka atau hobi baca kisah orang-orang sukses & dunia ini. Tak seorang pun dari mereka yang tidak pernah membaca kiat-kiat orang sukses, sehingga mereka menemukan jalannya sendiri.

Jenis bacaan penting yang mereka baca adalah berupa buku, koran, majalah, tabloid, proceeding, jurnal dan sebagainya. Manfaat membaca adalah :

  1. Memperluas ilmu pengetahuan, wawasan, menambah kecerdasan berpikir serta mampu menganalisa berbagai permasalahan.

  2. Senang membaca bacaan yang bermutu, akan merangsang pendengaran dan penglihatan kita untuk dapat memisahkan mana yang baik dan buruk, salah dan benar.

  3. Memahami pola pikir banyak orang dan dapat mengambil kesimpulan tentang sesuatu hal.

  4. Mencari hikmah di balik bacaan serta dapat mencontoh suri tauladan dari biografi orang sukses.

  5. Melatih kerjasama yang baik antara amigdala dan hippocampus di dalam otak, agar pembaca terus berpikir rasional dan memiliki kecerdasan Emosional (EQ), serta dapat menambah daya ingat alias tidak banyak mengalami lupa di hari tua.

  6. Mencari inspirasi atau ide yang merangsang kreatifitas.


Mudah bergaul dan mampu berdiskusi panjang atau tukar pikiran.

konvensional. Di sini tidak dibutuhkan mahasiswa berotak cerdas pn harus ujian dulu lalu dapat nilai. Justru mereka yang kmampuannya rendah sampai yang sedang-sedang saja, akan dapat binaan untuk jadi pebinis sukses dari banyak entrepreneur sukses. Pelajaran utama di EU adalah kemampuan berkreativitas, intelegensi finansial dan intuisi bisnis disamping memiliki kecerdasan Spiritual (SQ) dan Emosional (EQ). Semua itu berarti, dia harus dapat menciptakan kerja sendiri dan sukses.

Anda bebas memilih usaha yang telah jadi obsesi sejak lama. bahkan nyontek usaha orang lain atau meniru kiat sukses seorang  ertrepreneur pun tidak ada larangan, karena nyontek usaha orang lain dianggap kreatif. Malahan ada beberapa entrepreneur yang bertanya-tanya, 'Mengapa orang tidak melihat peluang ini?" Pertanyaan itu diajukan ketika mereka menemukan kiat dan suksesnya sebagai entrepreneur, sehingga mereka pun menulis dan mengajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur. begitulah. Jadi para entrepreneur sejati ingin agar orang lain pun ikut terjun ke arena bisnis dan sukses bersama.

Kalau bisnis Anda jalan dan sukses, barulah EU akan memberi jazah berupa 'prasasti' yang berujud batu mamer, supaya tidak bisa di copy dan Anda tidak bisa kerja di perusahaan orang lain! Hal itu berarti Anda dilarang jadi orang gajian, tapi harus mampu berusaha sendiri.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon