Jumat, 31 Mei 2013

Belajar Menjadi Profesional

profesionalSaat ini banyak saran berbisnis yang ditawarkan melalui internet. Dengan informasi yang serba gratis, Anda bisi mencobanya dan tawaran tersebut bisa Anda jadikan awal usaha untuk mendapatkan income tambahan. Siapa tahu coba-coba bisnis ini akan jadi jodoh, yang memungkinkan berkelanjutan dalam membangun bisnis Anda di dalam rumah sendiri.

Tawaran tersebut adalah :


  1. Bisnis Internet - Ada banyak pilihan seperti usaha lelang, program afiliasi dan toko web kepunyaan Anda sendiri.

  2. Bisnis Jaringan - Ini sempurna sekali bagi orang biasa yang ingin memulai bisnis rumahan dan menikmati hasilnya dalam 1-2 tahun. Kenyataannya banyak yang sudah bisa pensiun dini setelah 3 tahun.

  3. Usaha Kecintaan Anda - Jika Anda memiliki kecintaan terhadap suatu hobi atau suatu profesi, Anda akan dapat menjualnya sebagai produk informasi atau jasa. Ini memerlukan internet untuk memasarkan dan memprosesnya.


Ketika Anda masih jadi orang gajian, bisnis di atas dapat dilakukan sebagai pekerjaan paruh waktu. Dan, ketika Anda nganggur bisnis ini bisa dikerjakan full time dan sesudah Anda berhasil jadi pemilik bisnis rumahan ini, Anda bisa meluangkan waktu untuk menikmati kehidupan umumnya sebuah keluarga. Umpamanya, menghadiri pertemuan orangtua & guru di sckolah, mengerjakan hobi dan sebagainya.

Peluang bisnis ini hanya rnembutuhkan biaya sangat kecil, dibandingkan dengan usaha yang lain. Jika Anda melihat peluang bisnis lain seperti restoran atau usaha kecil lainnya, maka biayanya akan mudah menghabiskan ratusan juta rupiah atau lebih. Sedang resiko bisnis yang ini tidak ada. Bagaimana bisa? Yah, bisa saja. Karena, Anda akan menemukan peluang bisnis yang mempunyai money-back guarantee atau uang kembali.

Ketika masuk ke kancah bisnis ini, Anda akan menemukan banyak orang yang berhasil menjalankan peluang ini. Artinya, bisnis ini memang nyata dan bisa menghasilkan uang untuk Anda. Jika mereka mampu melakukannya, Anda tentunya juga bisa. Di sini ada sistem, alat bantu, pelatihan, dan buku panduan yang akan membantu Anda sukses. Juga, ada bantuan pribadi yang akan membimbing Anda dan menjawab pertanyaan Anda. Oleh karena itu peluang Anda untuk sukses sangat tinggi. Tergantung Anda mau sukses cepat atau lambat.

Miliki Sikap Profesional

Sikap Profesional merupakan persyaratan yang sangat penting buat mereka yang berkiprah di dunia entrepreneur. Bagaimana mungkin seseorang dapat mengembangkan bisnisnya kalau dia tidak punva keahlian memimpin SDM  (Sumber Daya Manusia) yang dimilikinya. Begitu pula, bagaimana mungkin seseorang mampu mencari dan mendapatkanorder serta berhasil melakukannegosiasinya dengan baik, apabila dia tidak rnenguasai bisnis yang akan dijalankan.

Menurut Oxford Dictionary, istilah 'Profesional' berasal dari kata'profesi' (pekerjaan), yang merupakan okupasi atau sejumlah pekerjaan yang membutuhkan pendidikantingkat lanjut serta pelatihan khusus, yang modal dasarnya disiplin dan ketckunan Kata `Profesi' biasanya ditujukan untuk mereka yang berstatus Pengacara, Arsitek atau Dokter dan lainnya.

Sedang arti kata `profesional', adalah penguasaan seseorang terhadap suatu kemampuan (skill) bidang apapun. Penguasaan itu dikarenakan dia telah memiliki keahlian yang diperdalamnya dari pengalaman dan pembelajaran, melalui pelatihan dan intelektual sesuai dengan ketrampilannya.Dari pengalaman-pengalaman yang dievaluasi secara terus menerus, ia pun kemudian akan menjadi seorang yang profesional. Jadi jelas, disamping memiliki keahlian (expertise) dan pengalaman (experience), dia juga harus memiliki pengetahuan (knowledge) yang luas dan sikap mental (attitude) yang memadai. Sebaliknya dengan keahliannya itu pula, dia juga akan meningkatkanpengalamannya karena ia telah mempraktekkan keahliannya itu secara fulltime.

Kita pernah mendengar nama Tanry Abeng yang dijuluki 'Manajer Satu Milyar' begitu ia ditarik Abu Rizal Bakrie (di tahun 1980-an) untuk bekerja di Perusahaan Bakrie & Brothers, saking profesionalnya dia sesudah mengembangkan Bir Bintang. Namun demikian, Tanry Abeng tidak selamanya selalu berhasil dalam kerjanya. Ia juga pernah gagal. Pertanyaannya, mengapa seorang profesional bisa gagal? Itu hal yang wajar. Siapapun bisa saja gagal. Tetapi ia tetap berani mencoba dan mencoba lagi sesuatu yang gagal itu. Seorang profesional tidak dinilai dari hasil kerjanya semata, tetapi justru kinerjanyalah yang paling penting. Dia akan selalu menyimak, membaca dan mempelajari apa saja yang ada disekelilingnya. Berpikir dan mengembangkan. Jadi dia akan senang ketika menjalankan proses untuk keberhasilannya. Seorang professional sebelum bekerja akan memiliki PDCA (Planning, Do, Check & Action) atau POAC (Planning, Organizing, Activiting dan Controlling) yang jelas.

Siapapun bisa profesional di bidang masing-masing. Apapun yang anda lakukan, usahakan selalu profesional. Hal itu bisa dilakukan baik oleh individu atau tim di perusahaan. Sikap keingin-tahuan yang tinggi akan menjadikannya profesional.

KRITERIA MENUJU PROFESIONAL

Sebelum menjadi profesional, sesorang jelas harus tahu apa saja syarat atau kriterianya untuk menuju ke arah keberhasilannya. Hal tersebut, ada baiknya kita mempelajari terlebih dahulu akses menuju arah profesional. Yakni, etos kerja.

Di dalam kepribadiannya sehari-hari, seseorang akan menampakan ciri pribadinya untuk menjadi seorang yang profesional. Biasanya, dia memiliki etos kerja yang baik. yai semangat kerja keras, disiplin, tak kenal -,waktu, dan mau belajar dari kesalahan masa lampau serta banyak ide. Seringkali menjadi orang yang )rorkacholik (gila kerja). Teori psikolu mengatakan, semangat kerja seseorang seperti itu biasan, terpecah menjadi dua bagian kepribadian. Pertama, adalah unit memulihkan rasa percaya diri atau supaya dipercaya orang lair Kedua, orang tersebut sudah memiliki kepercayaan diri yang kuat.

Sebutan profesional dimiliki seseorang yang memiliki kriter atau persvaratan, sebagai berikut

1.    Tekun dan Bakat - Seorang profesional tidak terbatas karena pendidikan tinggi semata. Tetapi syarat utaman, adalah memiliki ketekunan. Banyak ahli mebel di jepara ham lulusan Sekolah Dasar. Namun berkat ketekunan merel belajar mengukir kayu serta mampu menciptakan model yan_ mutakhir, akhirnya karya-karyanya bisa diekspor ke luai negeri. ivlereka kini banyak yang memiliki beberapa rumal mevyah di kampungnva. Para seniman Bali umumnya ju;, pekerja profesional yang kebanyakan tidak bcrsckolah ring_ rapi mcreka mampu mencipta karya-karya seni yang bermer tinggi dan terkenal di mancanegara.

2.   Memperdalam Keahlian - Seorang yang profesional memang tidak bisa hanya mengandalkan ijazah tok ketika ingri bekerja. Kecuali, sesudah skill atau ilmunya terus diperdalam hingga bisa diterapkan di dalam pekerjaannya nanti, yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain/masyarakat Kuncinya : minimal dia harus memiliki scbuah skill yang mendalam.

3.    Pengetahuan Luas skill yang mendalam saja sering belum cukup. Seorang profesional seharusnya juga memilik pengetahuan umum yang luas.

4. Mencipta Karya Kompetitif - Seorang profesional harus mampu menciptakan karya/pemikiran khas atau haru­s mampu menyabet sebuah kemenangan yang istimewa. Baik di dalam maupun luar negeri. Contohnya, Pemenang Oscar, Piala Olimpiade, Nobel, Guiness Book of World Record dan lainnya.

5.   Berani dan Mampu Berkompetisi - Sering, seseorang yang sebenarnya mahir dalam bidangnya tidak melakukan kemahirannya itu secara profesional. Hal ini disebabkan, dia tidak mampu berkompetisi karena mentalnya kurang kuat. Memang agar profesionalisme seseorang diakui, dibutuhkan sesuatu yang unik, khas atau keistimewaan khusus, guna bersaing dengan orang lain kendati dengan profesi yang sama.

6.    Banyak Belajar - Agar seseorang mampu melakukan kompetisi. Ia juga harus banyak belajar dari pengalaman dirinya sendiri atau orang lain. Begitupun, is harus belajar dari buku-buku dan bacaan serta mendalaminya, kemudian melatih kemampuannya tersebut sehingga menjadi keahlian khusus yang tidak dimi iki orang lain.

7.   Bekerja Keras - Untuk lebih mempertajam ketrampilan khusus atau skillnya, seseorang memang harus bekerja keras guna mengasah kemahirannya. Hal tersebut disamping untuk mencapai kinerja yang baik, juga untuk membantu kepercayaan dirinya ketika menghadapi kompetisi.

8.    Banyak Mendengarkan - Oprah Winfrey adalah pekerja profesional masa kini. Ia telah beribu kali mendengarkan cerita orang lain dan hal itu disimaknya secara baik-baik. Untuk dapat mendengarkan dan menyimak kata-kata orang lain biasanya membutuhkan waktu. Kadang, orang pun tidak ingin membuang waktunya hanya untuk mendengarkan. Namun bagi Oprah hal tersebut sangat berguna sekali untuk mengembangkan profesionalismenya. Sebab, di dalam cerita orang, kita pun menambah pengetahuan dan dapat tukar pikiran.

9.    Berani Dikritik - Seorang yang profesional justru lebih suka dikritik, guna menambah motivrasinya dan memahirkan kemampuannya. Karena, kebenaran yang miliki belum tentu benar buat orang lain. Ketika kita merasa benar namun dikritik, introspeksilah, apakah kita sudah benar, sebab di dunia ini tidak ada kebenaran yang mutak.

10. Berpegang pada Had Nurani - Profesional sejati adalah orang yang tetap berpegang pada hati nuraninya. Bukan seorang oportunis, mencari muka. Kalaupun dia menjadi tenaga lepas, yang pindah dari satu tempat ke tempat semata-mata karena dia cari honor/penghasilan. Dia seorang independen, bukan karena semangat oportunis

11. Mensinergikan Beberapa Keahlian - Bila seseorang memiliki satu keahlian, dia juga seharusnya mampu mensinergikan kemampuan satu dengan lainnya, sehingga menambah bobot profesionalismenya. Mislanya seorang ahli hortikulturan yang sangat mencintai tanaman hias mampu mengcmbangkan beberapa spesies tanaman dan menemukan bibit baru, sekaligus iapun pebisnis tanaman hias.

12.Tidak hanya Satu Bidang-Seorang yang profesional tidak  harus terus berkiprah di satu bidang saja. Ia bisa memiliki banyak keahlian yang juga sangat profesional dan diandalkan. Keahlian itu bisa menjadi satu (sinergis) atau terkotak-kotak. Contohnva, seorang sastrawan, wartawan, penulis profesional yang memiliki penerbit buku dan serta toko buku, sekaligus restoran.

13. Membangun Kredibilitas - Menciptakan karakter diri, hingga mampu menjadi pribadi yang, mendapatkan kepercayaan publik serta rekan-rekan kerja. Semangat kompetisi, daya tahan, tanggung jawab, orientasi kepada prestasi,  dapat membantu kita mengarungi sehari-hari.

14. Merangkai Kompetensi - Kemampuan-kemampuan yang membuat kita tetap melanjutkan kiprah dengan terus berkarya, betapa bernilainya keahlian, people-skill, berempati, intuisi dan skill lainnya.

15. Membedakan Gaya - Perbedaan apa yang kita miliki sehingga dapat menjadi pribadi yang utuh. Siapa yang menjadi role model, pemberdayaan yang terhadap rekan dan bawahan kita.

 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon