Senin, 25 Februari 2013

Suka Duka Memprospek

[caption id="attachment_731" align="alignleft" width="300"]Prospek MLM prospek MLM[/caption]

Satu hal yang paling sulit didalam bisnis MLM adalah kegiatan "Memprospek" atau mengajak orang lain menjalankan bisnis seperti yang kita jalankan, istilah lain dari memprospek adalah merekrut. Untuk pemula memang kegiatan ini dirasakan paling menakutkan, karena harus siap dengan jawaban dari berbagai pertanyaan, bahkan pertanyaan yang sangat aneh aneh. Dalam hal ini anda harus benar-benar siap dan paham dengan bisnis anda.

Bila dibandingkan dengan bisnis konvensional, kegiatan ini terletak pada proses menjelaskan dan meyakinkan pembeli untuk membeli produk anda. Misal di toko, kemampuan SPG dalam meyakinkan pembeli hampir mirip dengan proses memprospek. Pengetahuan tentang ilmu marketing akan sangat mendukung dalam keberhasilan proses ini, jadi sedikit banyak, mau tidak mau anda harus belajar ilmu marketing. Tinggal anda mau pilih yang mana marketing online atau offline, tapi saran saya pelajari keduanya, agar bisa saling mengisi.

Kegagalan di bisnis MLM salah satu faktor utama adalah ketidak berhasilan dalam memprospek, ada beberapa suka duka dalam kegiatan memprospek orang sbb:


  1. Penolakan, biasanya kita salah masuk, artinya memprospek orang diperlukan feeling tentang ketertarikan orang tersebut terhadap sebuah wacana bisnis, anda tidak bisa pukul rata semua orang. Penolakan-penolakan seperti ini membuat kita stress dan merasa gagal dan tidak cocok menjalankan bisnis MLM

  2. Skeptis, baru membuka pembicaraan aja udah di tebak, mau nawarin MLM ya mas? hehehe nggak deh....

  3. Antipati, baru mau ngomong aja prospek kita sudah tahu, gue benci MLM tahu....!

  4. Capek dan menghabiskan waktu, saya ada teman baik yang sangat menyukai bisnis MLM, ternyata setelah saya tanya sehari bisa keliling naik motor sampai ratusan kilo, karena harus mendatangi prospek. Sudah dengan cara tersebut pun tingkat keberhasilannya masih kurang.


Tetapi tidak semua kegiatan memprospek berakhir seperti diatas, saya termasuk orang yang tidak bisa presentasi secara langsung di depan orang banyak, makanya saya memilih jalur online, dengan melakukan presentasi secara tertulis, ternyata hasilnya sangat beda :

  1. Tidak perlu memilih prospek, kegiatan MLM online tidak perlu melakukan pemilihan prospek, karena prospek anda akan datang dengan sendirinya, tinggal bagaimana kita mencatat dalam buku tamu dan melakukan follow up secara berkala, intinya setiap prospek yang datang catatlah, untuk kegiatan online proses mencatat seperti ini tidak perlu dilakukan secara manual, melainkan banyak sekali fasilitas yang bisa anda gunakan, seperti autoresponder, dll

  2. Prospek datang tidak mengenal waktu, jika di offline ada batasan waktu jam 8 pagi sampai sore hari, sedangkan di online bisa setiap saat, bisa call, sms, email, atau YM banyak cara yang bisa dilakukan, dan tentunya sangat hemat biaya

  3. Terkadang tanpa penjelasan apapun langsung transfer biaya pendaftaran, jadi di online sangat mungkin seperti itu, jadi kita bener bener enjoy dalam melakukannya. Tinggal follow up lebih dalam bila di perlukan

  4. Jika ada modal lebih tinggal cari tempat iklan yang cocok dengan kegiatan bisnis anda, setelah itu hampir anda tidak melakukan apa apa, prospek anda akan datang dengan sendiri ke anda


Nah itulah suka duka dalam kegiatan memprospek yang bisa anda gunakan sebagai proses belajar dan tentunya bagaimana cara mengatasinya. Sekali lagi bisnis MLM bukan bisnis instant dengan berbagai kemudahan, melainkan sama persis dengan sistem bisnis yang lain, perlu ilmu, modal, dan kemauan kuat untuk sukses. Jadi anda perlu ekstra hati-hati jika ada iklan atau penawaran yang sifatnya hanya menjual mimpi, yang jelas tidak ada hasil dari teori Duduk Diam Dapat Duit. Jika itu ada maka sudah diawali kerja keras yang cukup panjang sebelumnya.

Suka maupun duka dalam kegiatan bisnis merupakan bagian dari proses menuju puncak kesuksesan, Yakinlah akan hal itu.....dan tetaplah pada jalan yang anda yakini tersebut... Sukses!

 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon