Rabu, 06 Februari 2013

Pentingnya Keberanian Mencoba

[caption id="attachment_695" align="alignleft" width="249"]Keberanian Mencoba Keberanian Mencoba[/caption]

Dalam bisnis, yang dibutuhkan adalah kepercayaan dan kesiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Ada sebuah kisah sederhana yang dapat Anda ambil hikmahnya. Alkisah, seorang saudagar yang terkenal di kampung halamanya sedang kebingungan. Sebab, beberapa hari ini, lumbung padinya selalu kecurian. Ia menduga ada seseorang yang berusaha mencuri di lumbung padi miliknya. Maka, saudagar itu pun segera memutar otaknya, kemudian memikirkan segala sesuatu yang harus dilakukannya terhadap tindakan si pencuri di lumbung padinya.

Lantas, sang saudagar mengatur siasat, dan penjagaan pun lebih diperketat. Ia menempatkan beberapa penjaga di lumbung padi, lalu menyuruh mereka agar lebih sigap mengawasi bila ada pencuri. Sang saudagar itu berharap si pencuri akan tertangkap.

Saat itu, saudagar sudah menyerahkan kepercayannya pada kepada para penjaga tersebut. Namun, keyataanya, pada hari berikutnya, kejadian yang sama kembali terulang. Lumbung padinya pun tetap saja kecurian. Stok padi miliknya semakin berkurang dari hari ke hari.

Kedua anak sang saudagar segera mengajukan saran agar merikan diberikan kepercayaan oleh Ayahnya untuk menjaga lumbung padi mereka. Mereka juga geram ingin menangkap si pencuri. Sayangnya sang Ayah tidak mengizinkan.

“Kalian masih kecil, dan Ayah khawatir jika kalian akan ditangkap oleh si pencuri. Ayah tidak ingin sesuatu menimpa kalian jika kalian nekat menangkap si pencuri. Nanti Ayah coba bicara dengan kepala kampung disini,” kata sang ayah kepada kedua anaknya.

Akhirnya, kedua anak tersebut merasa kecewa, namun mereka tak bisa berkata apa-apa.

Ketika sang ayah berbicara dengan kepala kampung, sang kepala kampung justru marah dan memprotesnya.

“Wah,  seharusnya kamu percaya kepada anakmu. Mereka memang masih kecil, namun mereka mempunyai semangat dan keberanian. Sebenarnya, kamulah yang bertindak sebagai seorang ‘pencuri’ kepercayaan diri dan keberanian anak-anakmu.”

Sang ayah tersentak mendengar perkataan sang kepala kampung. Kemudian, sesampainya dirumah, ia segera mencari kedua anaknya dan menyuru mereka untuk berjaga pada malam hari di depan lumbung padi mereka. Dengan senang hati, keduanya melaksanakan perintah sang ayah.

Keesokan harinya, si pencuri dapat tertangkap oleh kedua anak tersebut.

Ternyata, pencurinya adalah orang terdekat yang selama ini menjadi orang kepercayaan mereka, yakni si penjaga lumbung padi. Mereka merasa puas bisa membekuk si pencuri.

Dari kisah tersebut ita dapat mengambil hikmah bahwa tidak baik merebut kepercayaan diri orang lain. Sayangnya, sering kali, itulah yang terjadi. Tampa sadar, kita mengambil kepercayaan diri orang lain melalui kata-kata yang kita ucapkan.

Lebih parah lagi, ita sering mengkhianati kepercayaan itu sendiri. Kita sering kali terucap, “ jangan, tidak boleh, jangan sekarang, jangan lakukan itu, nanti saja, risikonya terlalu besar, dan tunggu dulu sampai situasi aman,” kepada diri sendiri. Inilah yang menjadikan kita takut melakukan apa pun, sehingga bisa dikatakan bahwa kita tidak berani mengambil segala resiko. Akibatnya, kita benar-benar tidak tidak melakukan apa-apa, dan akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Karena banyaknya rintangan dan perjuangan berat yang harus dilakukan, seyogyanya Anda sebagai seorang mahasiswa sekaligus menjadi seorang mahasiswa sekaligus calon pengusaha mudah mempunyai persiapan-persiapan khusus, ini mutlak harus Anda miliki jika ingin terjun sebagai seorang pebisnis. Salah satunya adalah mempertajam kemampuan Anda.

Nah, untuk mempertajam kemampuan anda, simaklah tips-tips yang mesti anda praktikan berikut:


  1. 1.             Menginventarisir Kekurangan dan Belebihan


Jika Anda mengikuti wawancara kerja, pasti Anda perna diminta menyebutkan kekurangan dan kelebihan yang Anda miliki. Hal ini dilakukan tampa alasan. Pihak perusahaan rupanya ingin memastikan karakter , kelebihan, dan kekurangan Anda. Sesuai dengan kriteria yang mereka cari. Beberapa pekerjaan, seperti art director (piƱata gaya), scriptwriter (penulis naskah), wartawan, ataupun editor, tentunya memerlukan keativitas. Tentu saja, yang dicari adalah orang-orang yang penuh keativitas.

Sungguh, menyebutkan kekurangan dan kelebihan diri sendiri tidaklak mudah. Padahal secara sadar atau tidak, kita menutupi atau setidaknya mensiasati kelemahan dengan kelemahan kita, misalnya saja dalam hal berpakaian. Jika kita berbadan gemuk maka kita cenderung memili baju yang menutupi ataupun menyamarkan kegemukan. Biasanya, saat kita terlihat gemuk lantaran mengenakan baju tertentu, kita akan berkata, “pakaian ini tidak cocok untukku. Sebab, qw tampak gemuk.” Perkataan itulah yang menunjukan bahwa secara tidak sadar ataupun tidak, kita cenderung menutupi kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Tidak ada manusia yang sempurna setiap mausi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan adalah sesuatu yang bisa menjadi nilai tambah pada diri seseorang. Sementara itu, kekurangan ialah hal yang dimiliki oleh seseorang, yang sekiranya akan menghambatnya dalam mencapai kesuksuksesan.

Lantas, pertanyaan yang berkembang adalah bagaimana menyadari kekerangan diri sendiri? Sebenarnya tidak ada petunjuk atau resep jitu yang dapat memandu Anda untuk menyadari segala sesuatu yang menjadi kekurangan Anda. Sebab, kata kuncinya ialah pengalaman hidup. Dari berbagai pengalaman hidup sejak dibangku sekolah, kuliah, sampai sejak saat Anda bekerjaitulah yang akan menjadi bekal berharga anda untuk memulai suatu bisnis.

Selain itu, Anda jangan lupakan peran peran serta orang-orang yang ada disekeliling Anda. Meminta tanggapan (feed back) dariorang lain tentang diri anda merupakan suatu cara efektif untuk menyadari segala sesuatu yang menjadi kekurangan Anda. Sebaiknya, carilah orang lain yang Anda anggap mengenal diri Anda serta mampu bersikap objektif untuk menilai diri Anda. Dengan cara inilah. Anda akan mengtahui pendapat orang lain tentang diri Anda.meskipun begitu, hendaknya Anda mempersiapkan diri sebelumnya. Boleh jadi, Anda akan menerima perspektif  baru tentang cara orang lain mengenal diri Anda.

Menggali kelebihan lebih mudah dibandingkan menyadari kekurangan diri Anda. Supaya lebih mudah menggali kelebihan Anda, cermatilah bidang pekerjaan yang sedang Anda geluti, atau setidaknya hobi yang merupakan bidang keahlian Anda.

Sebenarnya, menemukan kelebihan Anda tidaklah sulit. Kata kuncinya adalah hobi. Melakukan hobi sama halnya dengan mengerjakan tugas yang membuat Anda lupa waktu lantaran menikmatinya. Sesuatu yang sudah menjadi kegemaran Anda, tentunya akan Anda lakukan dengan sepenuh hati. Jika sudah begitu maka pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati pastilah akan memperoleh hasil yang maksimal. Untuk mengenali kelebikan ini, bergantunglah sepenuhnya pada diri anda sendiri. Sebab, siapakah tang lebih mengenal diri Anda sendiri selain Anda?

Cobalah sekali waktu, Anda renungkan kelebihan dan kekurangan Anda. Jika sudah menemukannya, ambikkah kertas dan alat tulis. Bila Anda sudah bisa membuat suatu daftar yang berisi kekerangan dan kelebihan Anda, tarulah hasil tulisan Anda itu di tempat yang mudah dijangkau. Akan ledih baik lagi jika Anda meletakkan di tempat yang Anda ligat setiap hari. Hal ini memotivasi Anda untuk bisa memulai bisnis.

Jika semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan, lalu mengapa ada orang yang sukses dan ada yang gagal dalam bisnis? Anda tentu pernahbertanya mengenai hal itu dalam hati. Jawabannya mudah saja, yakni orang yang sukses adalah orang yang berfokus pada kelebihan saja, sedangkan kekurangan yang dimilikinya telah sedemikian rupa tersingkirkan.

Anda bukanlah manusia sempurna yang mengerti segala hal. Deikian pula dalam dunia bisnis. Anda tidak bisa mengurusi semua aspek bisnis yang Anda geluti. Apalagi jika Anda memang tidak mempunyai kelebihan dalam bidang tersebut. Pastinya, hal ini sangat tigak efektif dan efisien.

Apabila Anda bukanlah seorang ahli keuangan, mintalah bantuan kepada seorang akuntan untuk menulis kontrak. Jika Anda bukanlah seorang ahli hokum, sewalah bantuan seorang pengacara untuk mengatasi segi legal bisnis Anda. Jadi, Anda tidak perlu membuang waktu untuk melakukan pekerjaan yang memang bukan kualifikasi Anda. Untuk menjapai segalahsesuatu yang anda mau, anda harus tau siapa diri Anda sebenarnya, serta memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan tersebut. Dari sanalah, Anda akan bisa menyiapkan diri dengan terus belajar, berusaha, dan bekerja.

 

  1. 2.             Mengikuti Seminar atau Pelatihan Pengembangan Diri


Pada tahap berikutnya, sesuatu yang Anda butuhkan adalah motivasi dan pengembangan diri. Motivasi bisa berasal dari dalam diri sendiri. Salah satunya dengan cara bermimpi. Siapa bilang bermimpi itu tidak bermanfaat? Bagi seorang entrepreneur, mimpi sama dengan motivasi.

Oleh karena itu, hendaknya Anda memimpikan saat Anda membangun usaha yang sukses dan maju. Kemudian, tanamkanlah terus impian dalam diri Anda. Lama-kelamaan, impian ini akan menjadi motifasi terbesar bagi Anda untuk menjadi entrepreneur. Bahkan, menurut Robert T. Kiyosaki, penulis buku Rich Dad, Poor Dad, agar Anda menjadi pengusaha, kaka Anda harus punya mimpi. Anda pun mesti punya tekad besar dan memauan untuk belajar.

Untuk lebih mengentalkan motivasi dan memfokuskan diri pada hal-hal yang ingin Anda lakukan, ada baiknya bila Anda melakukan progam prlatikan dan pengembangan diri. Secara garis besar, tujuan dari diadakannya progam pelatihan pengembangan diri adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan motivasi kepada peserta pelatihan.

  2. Membagikan pengetahuan yang bersifat praktis, yang berguna untuk memulai suatu bisnis.

  3. Memberikan pengetahuan dasar tentang kiat-kiat brusaha dengan tujuan memberikan inspirasi kepada peserta pelatihan untuk melakukan kegiatan usaha.

  4. Mendapatkan profil kebutuhan pelatihan lanjutan tentang pilihan bisnis para peserta pelatihan.


 

Pada dasarnya, ada berbagai metode yang biasa digunakan dalam pelatihan pengembangan diri bagi calon pebisnis. Biasanya, para peserta mendengarkan ceramah bagi pakar bisnis terkemuka ataupun praktisi bisnis. Para pakar di bidang bisnis sudah pasti bisa jadi referensi Anda dalam memulai bisnis.

Dengan adanya diskusi yang dilaksanakan bersama para praktisi, para peserta dapat sharing ataupun berbagi pengalaman. Ini sungguh sangat berguna lantaran sering kali ada perbedaan antara teori dan praktik. Kunjungan secara langsung ketempat-tempat para pengusahapun akan menamba motivasi para peserta untuk segera memulai bisnis.

Keuntungan lainnya dari keikutsertaan dalam pelatihan adalah para peserta dapat memperoleh teori sekaligus praktik. Hebatnya, para pesertta bisa mempratikan ilmu yang telah diperoleh dari pelatihan secara langsung. Contohnya, bagi peserta yang ingin berbisnis kue brownies ataupun jaringan ringan, mereka akan mendapatkan pengetahuan mengenai kue brownies, mulai dari proses produksi sampai memasarannya.

Pada masa kini, tidak sulit untuk ,menemukan penyelenggara pelatihan pengembangan diri. Anda bisa menemukannya di universitas-universitas terkemuka, lembaga-lembaga swasta, maupun instansi terkemuka yang menyelenggarakan pelatihan untuk masyarakat umum. Sunnguh, semua orang yang ingin memulai bisnis haruslah memilih rencana pengembangan diri. Anda pun dapat membuat rencana pengembangan diri. (bersambung)

Artikel Terkait

1 komentar so far

[...] email dan internet saja tidak pernah buka sama sekali. Hanya kemauan kuat mereka yang membuka jalan menuju kesuksesan. Kita semua tahu betapa kuatnya dominasi internet dalam kehidupan kita, bahkan saat ini di pelosok [...]


EmoticonEmoticon