Rabu, 06 Februari 2013

Pentingnya Keberanian Mencoba (2)

coba-cobaMenggali Keahlian Secara Terus-Menerus

Jangan berfikir kalau Anda sama sekali tidak mempunyai keahlian yang terpendam. Yakinlah bahwa segala sesuatu pasti ada solusinya, asalkan Anda masih mau berpikir. Sebagai contoh, suatu hari, Anda disuru memindakan batu bata dari halaman rumah ke kebun belakang. Anda pasti tidak ingin menggunakan kedua tangan Anda saja untuk menggangkut batu bara tersebut. Anda tentu mencari suatu cara agar Anda bisa mengangkut setumpuk batu bata itu tampa membuat Anda kelelahan dan kehabisan waktu.

Anda menggunakan ember sebagai alat mengangkut sehingga Anda mampu mengangkut lebih banyak batu data. Bisa jadi, Anda berpikir untuk  menggunakan troli yang lebih efektif untuk mengangkut batu bata. Dalam hal itu, ada beberapa langkah yang dapat Anda tempuh. Berbagai langkah yang dimaksud adalah sebagai berikut:


  1. Cobalah Observasi Diri Anda, Dalam mengobsepervasi diri, Anda juga bisa memantu bantuan kepada orang lain ataupun mengikuti pelatihan pengembangan diri. Sebenarnya, yang termudah adalah Anda meminta bantuan dari rekan-rekan atau orang terdekat Anda untuk mengobservasi diri.

  2. Lihatlah Keterampilan dan Keahlian Anda,Dalam persaingan didunia kerja, seseorang yang memiliki keahlian dan keterampilan yang akan memenangkan kompetesi. Demikian pula dengan dunia bisnis. Keterampilan dan keahlian adalah modal awal dari memulai bisnis. Oleh karena itu, jika Anda terampil dalam membuat kartu ucapan, maka Anda jangan segan-segan untuk memulai usaha tersebut sebagai peluang bisnis yang menjajikan.

  3. Perhatikan Kondisi Sekeliling dan Amatilah Kegiatan yang Mungkin Cocok dengan Minat Anda, Bagi seseorang pebisnis sejati, segala sesuatu bisa dijadikan sebagai peluang usaha, terutama yang cocok dengan minatnya. Misalnya, pada musim hujan, ia membuka usaha penjualan paying, jas hujan, ataupun ojek paying.

  4. Yakinlah bahwa Anda Mampu Melakukan Sesuatu dengan Baik, Boleh jadi, dalam berbisnis, anda menjual produk-produk yang berkualitas, yang bisa Anda bisa buat laku keras dan menguntungkan. Namun, tidak akan ada jaminan pembeli menjadi puas, bersedia datang kembali, dan mau membeli lagi. Oleh karena itu, lakukan dengan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.


Setelah yakin terhadap produk Anda yang berkualitas, maka tugas Anda berikutnya adalah member tahu kepada sebanyak mungkin orang tentang produk Anda. Meskipun produk Anda yang berupa makanan, contohnya pisang goring, dijamin berkualitas dan terasa enak, tetapi bila tidak ada orang yang tahu, maka semuanya percuma belaka. Makanya, diperlukan strategi khusus untuk member tahu khalayak ramai tentang produk Anda yang berkualitas, serta strategi yang jitu untuk mendatangkan para pelanggan.

Jika Anda memilii keahkian memasak nasi goring dan hobi berinternet ria, Anda juga bisa mengombinasikan keduanya. Caranya, Anda berbisnis nasi goreng dengan melakukan pemasaran via internet, yang bisa dilakukan dirumah.  Nah, bagi Anda yang mempunyai keahlian berbicara, hal itu akan menjadi sebuah modal yang amat berguna. Anda dapat membuka bisnis yang awalnya dilakukan dari mulut ke mulut

Meningkatkan Pengetahuan Bisnis dengan Membaca

Membaca merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi dari suatu yang ditulis. Membaca melibatkan symbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah dua cara yang paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yanag didapat dari membaca terkasuk suatu hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.

Sebagian besar kegiatan membaca dilakukan di atas kertas. Batu dan kapur diatas sebuah papan tulis juga dibaca. Tampilan komputer juga dapat dibaca. Namun, sayangnya, orang Indonesia dikenal tidak gemar membaca. Dan, dari jutaan orang Indonesia, hanya sedikit saja yang gemar membaca.

Pernakah terpikir oleh Anda bahwa menghabiskan waktu di perpustakaan merupakan hal yang membosankan? Apakah Anda menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca? Walaupun jawabanya iya, pasti yang kerap Anda baca adalah komik ataupun novel romantic, bukan bacaan yang kayak ilmu pengetahuan , seperti buku akademis, biografi, dan Koran.

Sering kali, kita member porsi yang lebih besar terhadap bacaan nonakademis. Kita tahan membaca Novel setebal ratusan halaman dalam 1-2 hari. Padahal, membaca satu bab saja dalam buku-buku ilmiah rasanya malas sekali. Porsi yang jauh lebih besar juga kita berikan kepada kegiatan lain yang tidak memberikan manfaat, kecuali hanya hiburan semata.

Membaca itu sama saja dengan berinvestasi. Investasi dalam ilmu ekonomi adalah kegiatan menemukan sejumlah uang di perusahaan tertentu dengan ekspektasi keuntungan di masa depan. Kegiatan berinvestasi jelas dapat kita asosiasikan dengan kegiatan membaca. Menanam diartikan sebagai menyerap. Sementara itu, uang sebagai pengetahuan dari buku, dan perusahaan diterjemahkan sebagai otak kita.

Ada kisah mengharukan tentang seseorang yang sangat gemar membaca. Suatu kali, ada loper koran tampil dalam acara “Who Wants To Be A Millionare” Indonesia. Tidak disangka , ternyata ia mampu menjawab pertanyaan akhir yang hadiahnya satu miliar. Bahkan, ia mengetahui nama kapal yang di gunakan oleh Charles Darwin sewaktu meneliti kepulauan Galapagos.

Tantowi Yahya selaku pembawa acara pun bertanya mengenai kehebatannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sulit tersebut. Jawabannya simpel saja, yakni ia memang sangat senang membaca koran yang dijajakannya. Apabila orang itu bisa meluangkan waktunya untuk berinvestasi ilmu pengetahuan, mengapa Anda tidak? Berjuta alasan dapat anda ungkapkan demi menutupi keengganan membaca buku, koran, ataupun majalah, mulai dari tidak adanya waktu sampai mahalnya biaya yang diperlukan.

Memang perlu diakui bahwa membaca mesti terlebih dulu dibudayakan. Membaca pun harus menjadi bagian dalam hidup Anda. Thomas Jefferson, Presiden Amerika Serikat Ketiga, berkata, “ I cant live without books”

Kebiasaan membaca masyarakat jepang juga bisa Anda contoh dan teladani. Masyarakat jepang boleh di bilang tak pernah sedetik pun tidak membaca. Saat menunggu bus di halte, mereka akan membaca buku, majalah, ataupun koran. Ketika antri di loket pun, mereka membaca sesuatu. Saat menunggu guru di kelas, mereka juga membaca. Hampir dimana-mana, masyarakat jepang tidak pernah lepas dari bahan-bahan bacaan. Nah, coba bandingkan dengan masyarakat indonesia. Amat berbeda , bukan ?

Masyarakat indonesia lebih senang ngerumpi dan berbudaya lisan. Mreka lebih banyak ngelamunnya ketimbang melakukan aktivitas membaca. Hal tersebut bisa dicermati dari perilaku sehari-hari. Saat menunggu bus di halte dan mengantre di bank, kebanyakan orang hanya melongo, atau paling tidak bercanda dan ngerumpi bersama teman-teman. Padahal, lima menit membaca saaat menunggu bus bisa menambah wawasan. Sungguh, wawasan dan pengetahuan dapat semakin meningkat, meskipun hanya membaca satu halaman buku, koran, maupun majalah.

Apakah bacaan harus berupa buku? Tidak, bacaan tidak harus berupa buku. Banyak bahan bacaan yang bisa kita baca, misalnya koran,. Membaca koran juga penting bagi kita, karena kita bisa terus mengikuti  perkembangan-perkembangan aktual, baik yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri.

Memperbanyak Teman dan Relasi

Seorang pengusaha sukses pernah ditanyai oleh seorang wartawan tentang kunci suksesnya dalam berbisnis. Sang pengusaha Cuma menjawab, “ sebenarnya, yang membuat saya menjadi seperti sekarang ini hanyalah dua hal, yaitu informasi dan relasi.”

Ternyata, kunci kesuksesan pengusaha tersebut adalah informasi dan relasi. Memang, kedua hal itu merupakan ujung tombak majunya sebuah bisnis. Pengusaha yang sukses adalah orang yang memiliki akses terhadap informasi, serta mampu membina hubungan baik dengan relasi. Tidak akan ada pengusaha yang sukses  tanpa memiliki informasi dan relasi.

Dalam era globalisasi ini, orang yang menguasai informasi adalah orang yang berkuasa. Tidak ada yang bisa hidup tanpa akses yang berkuasa. Dan, tidak ada yang bisa hidup tanpa akses terhadap informasi. Begitu pula dengan para pebisnis ataupun pengusaha. Mereka membutuhkan informasi, sebagaimana tanaman memerlukan air. Bayangkan jika anda menjadi seorang pengusaha minuman air isi ulang, tetapi Anda tidak tahu mengenai pentingnya kehigienisan air minum. Padahal, mengisi ulang air minum secara serampangan bisa menyebabkan banyak bakteri berkembang dalam produk Anda.

Contoh lainnya ialah saat anda berkeinginan membuka usaha distro. Tentunya, Anda memerlukan banyak sekali informasi mengenai gaya pakaian (fashion) yang berkembang dan sedang di gemari anak muda. Atau jika Anda ingin mengembangkan usaha dengan menambahkan modal melalui pinjaman kredit bank. Dalam hal itu, yang anda lakukan pertama kali pasti mencari informasi sebanyak mungkin tentang produk-produk pinjaman dari berbagai bank, kemudian Anda akan memutuskan produk pinjaman yang paling menguntungkan bagi Anda. Itulah berbagai ilustrasi yang menggambarkan betapa informasi menjadi elemen vital bagi Anda, para pebisnis, ataupun orang yang hendak memulai bisnis.

“ serahkan kepada ahlinya”, begitulah tag line (slogan) kampanye yang selama ini menjadi menjadi jargon dimana-mana. Hal serupa berlaku di dunia bisnis. Tidak punya kenalan pebisnis bukanlah suatu halangan. Anda bisa bertanya melalui forum di koran maupun majalah. Cara lainnya ialah bergabunglah dengan milis-milis pengusaha. Di sanalah, anda dapat bertanya atau setidaknya sharing (berbagi pengalaman dan informasi) dengan sesama pengusaha dan pebisnis.

Selain informasi, yang menjadi ujung tombak dalam kesuksesan bisnis adalah relasi. Cobalah Anda sebutkan, bisnis apa yang tidak memerlukan relasi? Tentu saja tadak ada, karena setiap bisnis membutuhkan relasi. Jadi, Anda jangan berpikiran bahwa bisnis anda bisa berjalan lancar kalau Anda tidak memiliki relasi. Seseorang yang sukses dalam bisnis Multi Level Marketing (MLM) bahkan bisa meraup hingga ratusan juta rupiah. Tentu saja, yang membuat dirinya dapat sukses seperti itu adalah kuatnya jaringan relasi alias networking.

Relasi secara harfiah berarti teman, rekan, partner, atau mitra. Terkait itu, Anda perlu menyadari bahwa Anda memang memerlukan relasi dalam semua segi bisnis. Bayangkan saja jika anda tidak memiliki relasi untuk membantu Anda dalam membuat produk, ataupun orang-orang yang akan membeli produk Anda.

Jika anda berancana merintis sebuah usaha, ada baiknya bila Anda mulai menjaring relasi dari sekarang. Jaringan menanti Anda telah resmi memulai bisnis hingga garis ini. Ingatlah selalu bahwa bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa para konsumen. Mereka juga berperan mengembangkan jaringan atau network.

Setelah menjaring relasi, langkah berikutnya adalah mempertahankan relasi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin mempertahankan relasi yang telah terjalin. Berbagai hal tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Keep in contact


Pada zaman serba canggih seperti sekarang ini, rasa-rasanya tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak menjalin/memelihara kontrak komunikasi dengan relasi Anda. Bila ada peristiwa-peristiwa besar, misalnya hari raya, tahun baru, ataupun acara pernikahan, sempatkanlah untuk datang atau sekedar mengucapkan selamat. Percayalah ini trik ampuh untuk menjaga hubungan dengan relasi Anda.

b. Tanggung Jawab

Semua orang pasti suka terhadap seseorang yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, usahakanlah dalam jaringan networking yang anda bina selalu berlandaskan tanggung jawab. Bila Anda mengadakan pertemuan (meeting) dangan para relasi, jangan sampai Anda datang terlambat. Sebab, datang terlambat mencermikan seseorang yang kurang bertanggung jawab dalam berbagai hal.

  1. Kepercayaan


Setahun lalu, kita dihebohkan dengan penipuan berkedok arisan. Seseorang yang dipercaya memegang uang iuran arisan ternyata menghilang dengan membawa lari uang yang banyak. Sebetulnya, orang tersebut mendapat kepercayaan dari banyak orang untuk memegang uang bersama. Pastilah orang tersebut memiliki jaringan relasi yang cukup baik. Hanya saja, ia menyalahgunakan kepercayaan orang lain.

 

Di dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah kunci utamanya. Sekali saja  menyalahgunakan kepercayaan, maka bisa-bisa Anda akan terus tidak dipercaya oleh para relasi Anda. Bahkan, bukan tidak mungkin, Anda tidak mampu berbisnis di bidang tersebut lagi pasalnya, nama anda kepalang terkenal sebagai orang yang tidak bisa dipercaya. Kalau sudah begini, Anda yang akan repot sendiri.

Sekitar 90% dari kegagalan bisnis kewirausahaan disebabkan oleh kelemahan kepemimipinan dan pengelolaan usah. Muaranya terletak pada tidak cukupnya pengetahuan. Hal itu yang kelihatannya menjebak banyak pengusaha. Mereka rata-rata adalah orang yang berbakat dan cerdas. Hanya saja, karena mereka sudah cukup tahu, mereka mengabaikan perlunya menambah informasi dan relasi.

Ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan betapa informasi dan relasi adalah pilar utama dalam dunia bisnis. Seseorang pelajar SMA yang hobi komputer bercita-cita memiliki usaha warnet. Dengan demikian, ia telah memiliki modal utama berupa cita-cita. Namun, ia tidak berhenti sebatas angan-angan saja. Ia melakukan langkah nyata untuk mencapai keinginan tersebut.

Mengingat pengalaman dan modal yang dimiliki pelajar tersebut masih nol, langkah pertama yang di lakukannya adalah bekerja disebuah warnet. Akhirnya, ia bekerja dengan baik di sebuah warnet seolah-olah warnet itu miliknya sendiri. Jalinan hubungan pun dibangun sebaik-baiknya dengan pemilik usaha maupun pelanggan. Setelah itu, ia tentu sudah mempunyai gambaran tentang cara mengurus sebuah warnet, menjalin network yang luas dengan para pengusaha warnet lainnya, serta mencari banyak pelanggan yang setia.

Jika sudah begitu, berarti pelajar itu yelah memiliki modal dan prasyarat yang cukup untuk membuka usaha warnet. Ingatlah bahwa uang bukanlah modal utama, karena yang terpenting adalah cita-cita. Namun, cita-cita hanya tetap menjadi mimipi tanpa ada tindakan nyata. Jadi tugas anda hanya dua, yakni bermimpi dan lekas bangun mewujudkan mimpi Anda. Oleh karena itu, jika hendak berbisnis, lakukanlah sekarang juga, dan segera katakan, “Bisnis sedari mahasiswa, siapa takut?”

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon