Rabu, 20 Februari 2013

Berbagai Pilihan Ide bisnis (2)

[caption id="attachment_716" align="alignleft" width="259"]Ide bisnis Kreatif Ide Bisnis Kreatif[/caption]

H.    Bisnis Buku Penting dan Langka

 Jika Anda pecinta buku-buku langka, Anda tentunya sudah mengetahui bahwa tidak semua jenis buku itu berharga mahal. Salah satu jenis buku yang bisa menjadi benda yang sangat berharga dan prestisius, bahkan mugkin akan menjadi sangat mahal ialah jenis buku langka atau penting. Jenis buku ini tidak semua orang memilikinya. Bahkan, dapat dikatakan bahwa hanya kalangan tertentu saja yang mempunyai buku tersebut. Atau, hanya kalangan khusus yang bisa mendapatkannya.

Mengkoleksi buku-buku langka dan penting barangkali bisa menjadi salah satu pilihan bisnis yang tepat bagi Anda. Selain Anda dapat menyalurkan hobi atau kecintaan Anda terhdap buku jenis itu, jual beli buku-buku tersebut juga bisa menghasilkan income yang sangat besar. Oleh karena itu, bisnis ini mulai banyak dilirik oleh masyarakat.

Sebelum menjalankan bisnis tersebut, ada bebe­rapa hal yang perlu Anda persiapkan. Di antaranya adalah'memperluas wawasan dan pengetahuan Anda tentang seluk-beluk dunia buku langka, mencari pe­masok buku langka yang tepat, serta menyiapkan modal untuk membeli buku dan membuat tempat usaha yang strategis.

Modal awal untuk merintis bisnis ini tidaklah cu­kup besar. Setidaknya, Anda membutuhkan modal awal sebesar 5-10 juta sebagai basis pengemban­gan. Biasanya, untuk membeli koleksi buku langka, Anda bisa mengeluarkan sekitar 4-5 juta rupiah. Sedangkan dana untuk pengadaan tempat usaha dan keperluan umum, se­perti rak buku, meja, dan kursi, dapat mencapai 5 juta rupiah. Dalam menjalankan bisnis buku-buku penting dan langka, Anda harus mengetahuibeberapaham­batan yang bisa meng­ganggu jalannya roda usa­ha Anda. Di antaranya adalah sulitnya mendapat stok buku-buku langka dan penting, serta selera konsumen yang sulit ditebak.

Selain itu, Anda juga perlu memahami bahwa konsumen buku-buku seperti itu tidaklah banyak (terbatas). Artinya, buku-buku tersebut hanya di­rninati oleh kalangan tertentu. Inilah yang bisa men­jadi hambatan yang sangat serius. Untuk kategori buku penting, mungkin bisa Anda fokuskan pada buku-buku kuliah wajib, yang umumnya digunakan di perguruan tinggi.

Sejumlah hambatan tersebut tak jarang membuat bisnis jual beli buku langka mengalami kerugian, bahkan "gulung tikar". Strategi bisnis yang tepat dan balk tentu dapat mengatasi hambatan yang ada. Misalnya, agar jumlah konsumen bertambah, Anda harus memperluas jaringan dengan lebih banyak mengenal relasi di kalangan dosen dan mahasiswa, khususnya yang berasal dari kalangan pecinta buku­-buku langka. Anda juga dapat mengikuti sejumlah pameran buku agar publik semakin mengenal bisnis Anda, atau Anda juga menjadikan kios Anda sebagai pusat nongkrongnya mahasiswa yang mengadakan berbagai diskusi.

Bila bisnis buku-buku penting dan langka ber­kembang dengan baik, omzet yang Anda peroleh setiap bulan dapat mencapai jutaan atau puluhan juta rupiah. Tentunya, bisnis ini cukup menggiurkan bagi Anda yang masih bertindak sebagai seorang mahasiswa. Bisnis itu pasti sangat mudah dijalankan, apalagi jika Anda sudah banyak mengenal banyak relasi bisnis dalam bidang ini.

Sebagai langkah awal dalam memulai bisnis buku-buku langka dan penting, sebaiknya Anda perhatikan analisis bisnisnya berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Modal Awal








































a.Koleksi buku langkaRp 5.000.000,00
b.Sewa tempatRp 3.000.000,00
c.Buku inventarisRp 100.000,00
d.Biaya listrikRp  50.000,00
e.Biaya pemeliharaanRp 150.000,00
f.Rak buku dan

peralatan lain

 
Rp 2.000.000.00 +

 

 
  

Jumlah
Rp 10.300.000,00

 

  1. Perhitungan Laba


Penjualan per bulan 30 buku

Rp3.000.000,00

Dengan demikian, laba kotor per tahun (12 bulan), yaitu:

Rp3.000.000,00  x 12 = Rp36.000.000,00

Laba bersih per tahun =    laba kotor per tahun – modal awal

= Rp36.000.000,00 - Rp 10.300.000,00

= Rp25.700.000,00.

 

I.       Bisnis Fotografi dan Videografi

Apakah Anda tertarik pada dunia fotografi? Atau, apakah Anda sebagai mahasiswa yang menekuni fo­tografi? Kenapa Anda tidak mengembangkan hobi dan rasa ketertarikan itu ke tingkat yang lebih se­rius? Misalnya, Anda menekuni bisnis fotografi dan videografi. Hal itu akan memperdalam pengetahuan Anda tentang dunia fotografi dan videografi sekali­gus memperoleh keuntungan finansial yang cukup besar.

Kini, bisnis fotografi dan videografi mulai banyak dilirik oleh sejumlah kalangan. Apalagi kebutuhan masyarakat terhadap jasa fotografi dan videografi semakin meningkat. Konsumennya pun berasal dari beragam kalangan dan umur. Dari kalangan atas hingga kalangan bawah, mulai dari kanak-kanak hingga dewasa, banyak yang membutuhkan jasa fotografi untuk mengaba­dikan moment spesial me­reka.

Karena itulah, bisnis fotografi memiliki prospek yang cerah. Omzet yang didapatkan dari bisnis mil bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Bisnis itu seakan tidak ada matinya. Selama masih ada moment yang dapat diabadikan dalam bentuk foto atau video, bisnis jasa fotografi dan videografi selalu dibutuhkan.

Untuk merintis bisnis fotografi dan videografi, Anda harus menambah dan mempersiapkan sejumlah hal penting, mulai dari modal, keterampilan fotografi dan videografi, profesionalitas layanan, hingga lokasi tempat usaha harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.

Modal yang dibutuhkan untuk merintis bisnis fotografi dan videografi cukup besar. Untuk peng­adaan alat peralatan standar fotografi yang lengkap saja bisa mencapai 10 juta rupiah. Jumlah uang tersebut belum ditambah dengan biaya sewa tempat usaha dan perlengkapan umum lainnya, seperti komputer, meja, kursi, dan lain-lain.

Sebenarnya, modal yang sedemikian besar dan studio lengkap itu akan Anda butuhkan bila Anda hendakmembangun bisnisyangbesar. BagiAndayang masih mahasiswa, Anda tidak perlu memaksakan jika modal memang belum ada. Sebaiknya, Anda mulai dari sesuatu yang kecil, seperti fotografi panggilan atau videografi panggilan.

Selain itu, Anda juga bisa membuka studio foto kecil-kecilan yang berfungsi memenuhi kebutuhan masyarakat umum, seperti foto diri atau keluarga. Anda juga dapat menekuni fotografi outdoor, misalnya pemandangan, fenomena sosial, realitas, dan lain-lain. Selanjutnya, foto-foto ini bisa Anda ikutkan dalam event pameran yang kini terus tumbuh di kota-kota. Jika Anda menang maka Anda akan memperoleh hadiah jutaan rupiah.

Untuk memulai bisnis fotografi dan videografi, Anda mungkin membutuhkan modal sekitar 10 juta rupiah. Modal ini digunakan untuk membeli peralatan pokok, sepertikamera dan handycam. Ketika menjalankan bisnis tersebut, sejumlah hambatan pastilah ada. Di antaranya adalah munculnya pesaing yang menggeluti bisnis itu, kritik dart konsumen akibat hasil foto kurang memuaskan, serta rusaknya peralatan fotografi dan videografi.

Untuk mengatasi ber­bagai persoalan itu, Anda harusmenggunakanstrate­gi yang tepat. Misalnya, guna meningkatkan daya kompetisi dengan pesa­ing yang lain, Anda bisa memperbaiki kualitas ha­sil fotografi, menawarkan harga yang relatif lebih murah, ataupun menerima panggilan. Selain itu, Anda Juga dapat memberi diskon kepada pelanggan yang mencetak gambar dalam jumlah banyak.

Sementara itu, untuk menghindari kerusakan pada peralatan fotografi Anda. Tentunya sikap hati-hati harus ditingkatkan dalam setiap penggunan alat-alat fotografi. Sedangkan untuk mengatasi kritik planggan, Anda bisa menawarkan ganti rugi yang sepadan, seperti mengganti biaya cetak fotonya.

Nah, bagi seorang mahasiswa, bisnis fotografi dan videografi tentu sangat menarik. Apalagi bila bidang usaha ini tidak jauh dari aktivitas yang Anda geluti, seperti wartawan kampus atau desaign. Selain bisa menikmati moment kebersamaan dengan keluarga pada masa kuliah, Anda juga dapat seseering mungkin mengabdikan momen special tersebut dalam sebuah karya fotografi dan videografi, hendaknya Anda memperhatikan analisis bisninsnya berikut ;

  1. Modal Awal

    1. Kamera fotografi      Rp3.000.000,00

    2. Handycamp               RP4.000.000,00

    3. Sewa studio              Rp3.000.000,00 +




Jumlah                       Rp10.000.000,00

  1. Perhitungan Laba Tiap Bulan

    1. Pemasukan fotografi per bulan




Rp2.000.000,00

  1. Pemasukan videografi per bulan


Rp4.000.000,00

 

  1. Pengeluaran Tiap Bulan

    1. Biaya promosi                     Rp5.00.000,00

    2. Gaji Karyawan                   Rp800.000,00

    3. Kertas cetak dan flim         Rp800.000,00




Administrasi umum            Rp100.000,00 +

Jumlah                                Rp2.200.000

  1. Laba Bersih Tiap Bulan


Laba bersih = pemasukan – pengeluaran

= Rp6.000.000,00 – Rp2.200.000,00

= Rp3.800.000,00

 

 

 

 

J.       Bisnis Desain Grafis

Terkadang, bisnis yang bermodalkan hobi lebih maju, intens, dan menguasai segala sepak terjang bisnis tersebut. Hal ini dikarenakan pelaku bisnis merasa lebih enjoy dan senang dengan profesi yang sedang digelutinya. Berbeda dengan para pebisnis yang terpaksa berbisnis lantaran warisan leluhur. Biasanya, mereka akan cenderung tidak sreg. Intinya, swgala pekerjaan/profesi apa pun akan menjadi lebih ringan dan berpotensi berkembang jika seseorang jatuh cinta pada profsi tersebut.

Jika Anda mempunyai hobi mendesain segala jenis benda, maka Anda bisa memulainya dengan memakain desain Anda sendiri untuk hal-hal yang terkait dengan kegiatan kampus, kover jrnal, leaflet kegiatan, bulletin, kuas jurusan, jaket, dan lain-lain.

Mendesain memang memlurksn nilai seni dan imajinasi yang tinggi. Inilah yang membuat setiap orang belum tentu bisa mendesain sesuatu. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memulai bisnis dari hal yang ringan-ringan saja. Jika desain Anada banyak disuaki oleh teman-teman Anda, sehingga mereka meminta Anda untuk membuatkan desain lainnya, maka penuhilah permintaannya. Apabila mereka senang dan puas terhada[p desain yang Anda buat, maka mereka bisa saja mengajukan permintaan yang lebih banyak. Dalam hal itu, Anda dapat bekerja sama dengan beberapa orang, seperti penjahit atau percetakan yang zkzn membuat produknya.

Apabila Anda mempunyai banyak modal, Anda bisa membuka usaha sendiri dengan menyewa kios yang akan Anda kelola sendiri sembri memajang macam-macam bentuk hasil desain anda, mulai dari pin hingga produk pakaian dan sepanduk.

Hendaknya Anda memberikan kesan prefosional dan memuaskan dari produk Anda sehingga setiap orang yang yang memesan pasti tidak akan pernah kecwa. Gunakan tariff yang kompetitif, tetapi tidak mengurangio kualitas. Sebenarnya, yang terpenting dalam setiap bisnis desain grafis adalah menciptakan desain yang berbeda dari yang lain (bersifat khas dan unik).

Dengan selalu menggali kreativitas, inovasi, dan terus bersaing, niscaya bisnis desain grafis Anda semakin berkembang. Jika pin mahasiswa umumnya seharga Rp3.000.000,00, bernaiklah diri untukmenawarkan harga Rp2.500.000,00 tetapi tidak mengurangi kua;litas. Demikian juga dengan kaus. Bila harga kaus biasanya ialah Rp35.000.000, maka tawarkan harga Rp30.000,00, namun kualitas tetap sama.

Agar Anda lebih mudah berbisnis desain grafis, cermatilah analisis bisnisnya berikut:

 

  1. Modal Awal

    1. Komputer desain       : Rp2.000.000,00

    2. Peralatan          : Rp 1.000.000,00

    3. Sewa tempat    : Rp3.000.000,00 +




Jumlah                         Rp6.000.000,00

 

K. Bisnis Bela Diri

di dunia modern atau setidaknya di kota besar, kejahatan dan kriminalitas tentu menjadi sebuah kemungkinan yang tidak bisa dihindari. Kehiduapan pekotaan yang keras dan individual menuntut manusia untuk mampu menjaga dirinya sendiri dari berbagai ancaman dan kejahatan.

Dalam kondisi seperti itu, bela diri menjadi sebuah kehausan yang dimiliki. Pada dasarnya, bela diri merupakan hobi yanh memiliki banyak manfaat dan kegunaan pada juga memiliki banyak manfaat dan kegunaan pada era modern. Kemudian, hobi banyak dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan, yang memberikan manfaat kepada banyak orang.

Bisnis bela diri merupakan bisnis yang fleksibel lantaran tidak membutuhkan waktu 24 jam. Anda bisa meminta bantuan kepada teman-teman anda untuk mempromosikan kemampuan bela diri anda di sekitar kampus atau sekolah-sekolah. Buatlah selebaran-selebaran yang sederhana, tetapi menarik mengenai jenis bisnis anda dan kemampuan bela diri anda dan kemampuan bela diri anda. Sebagai tempat latihannya, anda bisa menggunakan lapangan kampus, aula, atau tanah lapang di sekitar kampus, yang dapat dijadikan sebagai tempat latihan rutin.

Dalam bisnis bela diri, anda bisa mematok tarif per bulan. Jika ada seseorang yang mendaftar, Anda dapat meminta uang sebesar Rp30.000, uang seragam senilai Rp100.000.00, dan biaya bulanan Rp300.000,00 dengan 4 kali pertemuan per minggu pada sore hari.

Sungguh, bisnis bela diri ini sangat menjanjikan dan tidak membutuhkan modal yang banyak.

 

  1. L.            Berbisnis Tanaman Hias


Hobi mengoleksi dan menanam tanaman hias biasanya muncul karena area lahan yang terbatas dan kurangnya kesibukan. Meskipun begitu, hobi ini sangat menguntungkan sekaligus menjanjikan jika dikelola dengan baik agar bias menghasilkan uang. Sebut saja berbagai jenis tanaman hias yang harganya mengguncang pasaran, seperti anggrek, anturium, gelombang cinta, kamboja Jepang, dan jenis lainnya. Sungguh, banyak orang yang sukses dan kaya mendadak gara-gara berbisnis tanaman hias tersebut.

Bisnis tanamamn hias tidak harus bermodal besar dengan berbagai jenis tanaman. Sebab, dalam bisnis ini, yang sangat dibutuhkan adalah kesabaran menjalani proses dan ketekunan. Untuk mengurangi terjadinya risiko, sebaiknya Anda mengamati dan mencermati terlebih dahulu jenis tanaman yang harganya bagus dipasaran. Selanjutnya, pilihlah bibit tanaman hias yang baik, serta banyaklah bertanya kepada orang-orang yang sangat memahami tentang perawatan tanaman hias.

Tak lupa, seringlah berkunjung ke tempat pameran tanaman hias. Sebab, di sanalah, Anda bisa memperoleh banyak info seputar perawatan tanaman hias. Sebenarnya, tanaman hias bisa Anda tempatkan di halaman rumah atau samping rumah, bahkan di depan kost Anda agar Anda lebih mudah merawatnya. Selain itu, lakukan penyiraman dan perawatan secara rutin. Jangan lupa berikan pupuk secara periodik.

Untuk memulai bisnis tanaman hias, Anda tidak membutuhkan modal terlalu banyak. Anda hanya memerlukan uang sekitar Rp 400.000,00 sampai Rp 500.000,00, dengan asumsi harga bibit tanaman sebesar Rp 20.000,00 per pot. Dengan demikian Anda sudah memiliki 25 pot dengan berbagai jenis tanaman hias. Apabila tanaman hias tersebut sudah layak jual, maka jangan sia-siakan peluang ketika ada pameran atau bazar tanaman  hias.

Merawat tanaman hias memang merupakan sebuah hobi sederhana, tetapi menjanjikan, bukan ?

 

M.     Berbisnis Bahasa Asing

Tak selamanya bisnis membutuhkan modal. Asalkan punya kreativitas, kemampuan, dan kemauan yang tinggi, rupiah pun akan mengalir ke saku Anda. Bagaimana mungkin ? Ingatlah sebuah ungkapan, “Ketika Anda menciantai sesuatu, maka selalu ada jalan untuk mengomersialisasi dan mengangkatnya menjadi arus pendapatan bernilai miliaran rupiah.” Anda tak percaya? Buktikan saja sendiri.

Seorang  penerjemah bisa sukses tanpa modal seperak pun. Syaratnya adalah kemampuan, kemauan dan kreativitas. Seorang penerjemah tidak membutuhkan kantor yang besar untuk dijadikan sebagai tempat kerjanya. Ia juga tidak memerlukan segala pernak-pernik, seperti took untuk memajang hasil karyanya. Justru, yang dibutuhkan oleh seorang penerjemah adalah keahlian dalam menggabungkan, menerjemahkan, dan merangkai kalimat secara benar.

Jika Anda mempunyai hobi sekaligus keahlian dalam bahasa asing, baik bahasa Inggris, Jepang, Spanyol, Mandarin, Arab, dan lain-lain, maka Anda dapat mendayagunakannya sebagai bisnis yang menggiurkan. Anda bisa mempromosikannya melalui brosur, blog, ataupun teman-teman. Apabila Anda ingin mempromosikannya lewat brosur, maka sebarkan di tempat-tempat strategis, seperti perkantoran, kampus, dan sekolah-sekolah dengan sistem layanan antar-jemput. Yakinlah, pasti banyak peminatnya.

Apabila Anda punya teman yang membuka bisnis rental komputer, Anda juga bisa bermitra dengannya. Caranya, Anda menjadikan rentalnya sebagai tempat untuk menerima order, tetapi Anda yang mengerjakan terjemahan dengan ketentuan membagi komisi.

Bisnis bahasa asing juga bisa Anda kembangkan untuk merambah bisnis guide wisatawan asing, khususnya di kota-kota wisata, seperti Yogyakarta dan Bali. Bisnis ini pasti prospektif, namun sistem  promosinya harus dimaksimalkan. Atau, Anda juga dapat merambah ke dunia terjemahan buku. Anda bisa menerjemakan buku-buku asing yang laris saat ini, lalu Anda memasukkannya ke penerbit yang sesuai dengan tema terjemahan Anda. Dengan demikian, penghasilan Anda semakin bertambah.

Untuk terjemahan ringan, seperti tugas kuliah atau surat-surat, Anda bisa mematok harga Rp 8.000,00 per lembar. Sedangkan untuk terjemahan buku atau novel, Anda dapat memasang tarif Rp 10.000,00 per lembar. Pendapatan per bulan dari bisnis ini bisa mencapai Rp 2.000.000,00. Sangat menggiurkan bukan ?

 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon