Senin, 10 Desember 2012

Apa Itu MLM?

apa itu MLM?Sebagian orang masing asing dengan istilah MLM. Bahkan ada yang keburu lari begitu mendengar kata MLM dari seseorang. Sebenarnya apa sih MLM itu? Apakah dia sesuatu yang menakutkan?
Memang anggapan masyarakat mengenai MLM masih cukup negatif. Mungkin, bagi mereka yang menganggap MLM itu negatif, mereka sebenarnya belum memahami konsep dasar bisnis mlm. MLM adalah singkatan dari Multi Level Marketing. Sebenarnya MLM itu sama saja dengan bisnis yang lain. Ada produsen, ada konsumen, dan juga ada distributor. Bedanya, dalam bisnis MLM, konsumen dapat bertindak sebagai distributor.
Berikut ini sedikit ilustrasi untuk menggambarkan seperti apa MLM itu. Misalnya, sebut saja Pak A. dia bekerja sebagai distributor pada sebuah perusahaan X yang menggunakan MLM sebagai sistemnya. Pak A ini akan diberi beberapa produk untuk dipasarkan ke konsumen. Setelah mendapatkan produknya, Pak A harus menjual produknya itu. Pak A juga harus mampu merekrut orang lain sebagai distributornya. Misalnya, Pak B dan Bu L berhasil direkrut sebagai distributor oleh Pak A. Pak A ini kemudian disebut sebagai upline, sementara Pak B dan Bu L disebut sebagai downline. Atas perekrutan Pak B dan Bu L ini, Pak A mendapatkan komisi sebesar sekian persen dari perusahaan X. Bagaimana dengan Pak B dan Bu L? Jika Pak B dan Bu L berhasil merekrut orang juga, mereka akan mendapatkan komisi seperti  Pak A dan seterusnya.
Jadi kira-kira seperti itu sistem MLM. Bagi orang yang masih mempunyai pandangan negatif, hal ini mungkin dikarenakan usaha upline dalam menarik downline terlalu kasar. Misalnya, melakukan pemaksaan atau penipuan, bahkan tindak kriminal. Padahal, tidak semua pelaku MLM seperti itu. Setiap orang mempunyai watak masing-masing, jika ada yang berbuat negatif dalam melakukan MLM, sebaiknya dikembalikan kepada pribadi setiap individu. Sebenarnya hal ini tergantung dari kepribadian si upline masing-masing. Jadi tak heran jika masyarakat memandang miring MLM.

Namun, seringkali ditemui sebuah perusahaan yang menggunakan sistem MLM merekrut karyawannya secara sembunyi-sembunyi. Mungkin karena anggapan negatif masyarakat, perusahaan tersebut terpaksa melakukan “pintu belakang” dalam mengelola bisnisnya. Hal ini justru membuat masyarakat semakin curiga. Logikanya begini: jika mereka perusahaan baik-baik, kenapa dalam perekrutannya harus sembunyi-sembunyi? Padahal yang membuat perusahaan itu sembunyi-sembunyi dalam mengelola bisnisnya adalah masyarakat itu sendiri. Mereka takut terkena tudingan masyarakat.

Satuhal yang harus hati hati adalah jika MLM diawali dengan biaya yang sangat mahal dan bukan menggunakan produk Riil. Rata-rata MLM yang berbasic produk unik biasanya dijalankan dengan serius dan tidak mengarah kepada penipuan atau money game.

MLM yang bener biasanya dilengkapi perijinan, mulai dari perijinan usaha langsung seperti SIUPL atau perijinan edar produk seperti BPOM. Jika hal tersebut dilengkapi maka bisa dipastikan MLM yang akan anda tekuni tidak akan bermasalah

Terlepas dari opini masyarakat mengenai MLM, sebenarnya bisnis MLM cukup menguntungkan. Tentu dengan catatan kita harus kerja keras dalam melakoninya. Setiap perusahaan terkadang mempunyai sistem yang berbeda-beda dalam menjalankan MLM.

Jadi MLM sebenarnya merupakan suatu sistem bisnis. Bukan sesuatu yang harus dihindari. Coba tengok cerita ini: seorang ibu rumah tangga biasa mampu mendapat penghasilan sebesar 20 juta per bulan. Pekerjaan apa yang sebenarnya dilakoninya?

Dia seorang pelaku MLM. Sebenarnya untuk mendapat penghasilan sebesar itu tentu saja harus dibarengi dengan kerja keras. Jadi menjadi pelaku MLM sebenarnya bukan sesuatu yang mudah, akan tetapi juga perlu kerja keras dan smart dalam melakoninya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon